Pelantikan dokter hewan FKH IPB secara hybrid

FKH IPB University Gelar Pengucapan Sumpah 50 Dokter Hewan Baru secara Hybrid

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University Prof Drh Srihadi Agungpriyono, PhD, PAVet(K) dengan didampingi Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) Drh Muhammad Munawaroh, MM melantik 50 dokter hewan baru yang terdiri dari 45 orang warga negara Indonesia (WNI) dan 5 orang dari Malaysia, Rabu (29/7/2020). 

Kegiatan pelantikan dalam bentuk upacara Pengucapan Sumpah Dokter Hewan (PSDH) merupakan acara tunggal pada Sidang Terbuka Senat FKH IPB University. Hal tersebut disampaikan oleh Prof Dr Drh Bambang Purwantara, MSc yang saat ini menjabat sebagai Ketua Senat FKH IPB University.

Dalam kondisi wabah dan pandemi COVID-19, acara PSDH kali ini sangat istimewa karena dilakukan dalam format baru yaitu hybrid, yaitu kombinasi antara tatap muka fisik dan online. Wisudawan dokter hewan baru dan undangan menghadiri acara secara virtual di kediaman masing-masing sementara pada saat yang sama dua orang perwakilan wisudawan, pimpinan Senat Fakultas dan pimpinan fakultas hadir secara fisik di FKH IPB University dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga  Laboratorium IPB Gunakan 3 Mesin PCR Uji Covid-19

Di saat yang sama, Prof Srihadi juga menyampaikan berita gembira bahwa pada Ujian Nasional Kompetensi Dokter Hewan Indonesia yang telah diselenggarakan 24 Juli 2020 lalu, semua wisudawan yang diambil sumpahnya telah dinyatakan lulus ujian kompetensi dengan hasil yang baik. “Para dokter hewan baru harus berperan sebagai seorang problem solver, mampu membantu memecahkan masalah yang ada di tengah masyarakat, mampu membantu meringankan beban sesama dan terus memberi semangat kepada masyarakat dalam berusaha dan berdoa untuk kehidupan yang lebih baik apalagi di tengah masa yang Pandemi COVID-19 seperti saat ini,” ujar Prof Srihadi.

Sementara, Ketua Umum PB PDHI dalam sambutannya mengatakan agar dokter hewan baru segera menghayati dan menerapkan intisari kode etik dokter hewan, yaitu etika antara dokter dengan pasien maupun klien, etika antara sesama dokter maupun antara dokter dengan masyarakat sekitarnya. Tidak hanya itu, ia juga menghimbau para dokter hewan baru supaya tetap mengupdate ilmu dan keterampilan melalui berbagai continuing professional development (CPD) atau pengembangan profesional berkelanjutan. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *