Stasiun CIbinong, di Kabupaten Bogor

Februari 2019, Dibangun Halte Menuju Stasiun Cibinong

BOGOR-KITA.com – Tidak banyak yang tahu keberadaan Stasiun Cibinong. Keterbatasan akses dan keberadaan stasiun  yang dikelilingi pemukiman padat membuat stasiun ini tak terlihat. Padahal berjarak hanya 500 meter dari Pasar Cibinong.

Dalam akun instagramnya, Senin (28/1/2019) Bupati Bogor Ade yasin mengetakan, untuk meingkatkan transportasi publik dan memperkenalkan keberadaannya, akan dibangu halte Stasiun Cibinong di depan jalan akses menuju stasiun.

“Februari ini mulai dibangun,” kata Ade Yasin.

Dikatakan, pembangunan halte ini dibiayai oleh Japan Internasional Cooperation Agency (JICA), sebuah Lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang, melalui proyek JUTPI2 atau Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration tahap 2.

“Projek ini sebagai kick-off kerjasama lain dengan pihak luar untuk membangun daerah,” katanya.

Menurut Wikipeda, Stasiun Cibinong (CBN) merupakan sebuah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Pabuaran, Cibinong, Bogor. Stasiun yang terletak pada ketinggian 192 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus.

Asal usul pembangunan stasiun ini dapat dilacak dari masterplan pembangunan jalur kereta api lingkar luar Jakarta yang dibuat oleh Departemen Perhubungan Republik Indonesia pada awal dekade 1990-an. Tujuannya, agar kereta api angkutan barang tidak memasuki wilayah DKI Jakarta. Rutenya dari Parungpanjang menuju Cikarang. Namun, krisis finansial Asia 1997 menyebabkan rancangan itu berhenti di tengah jalan, sehingga jalur kereta api hanya sampai ke Stasiun Nambo. Untuk mengisi slot rute yang kosong ini, dioperasikanlah KRD Nambo pada tahun 1999 hingga 2006. Pada tahun 2006, KRD tersebut karena usia KRD yang sudah tua dan tidak layak operasi. Otomatis stasiun dan jalurnya juga dinonaktifkan.

Setelah nonaktif selama berapa tahun, PT KAI memutuskan untuk mengaktifkan kembali stasiun jalur ini mengingat jalur ini merupakan jalur kereta api yang strategis dan berdekatan dengan kawasan industri terbesar di Bogor, yaitu Cibinong dan Gunung Putri. Jalur ini juga dipasang kabel listrik aliran atas, supaya jika aktif kembali jalur ini bisa dilayani oleh KRL Commuter Line. jalur ini dilewati oleh kereta api barang yang mulai beroperasi pada tahun 2014. Stasiun ini melayani KRL Commuter Line dengan rute Nambo–Angke sejak 1 April 2015. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *