Kab. Bogor

Dr Yonvitner Bertekad Bawa PKSPL IPB Jadi Pusat Industri Sain Pesisir, Perikanan, dan Kelautan

Serah terima jabatan Kepala PKSPL IPB University dari Dr Ario Damar kepada Dr Yonvitner, di Bogor, Senin (1/2/2021),

BOOR-KITA.com, DRAMAGA –  Dr Yonvitner bertekad membawa PKSPL pada level yang lebih tinggi yaitu menjadikannya sebagai Pusat Industri Sain pada Bidang Pesisir, Perikanan, dan Kelautan.

Tekad tersebut dikemukakan Dr Yonvitner dalam acara serah terima jabatan Kepala PKSPL dari Dr Ario Damar, di Bogor, Senin (1/2/2021).

“Sebelum menyampaikan pandangan, saya menyampaikan terima kasih kepada Dr Ario Damar atas semua dedikasi, waktu, tenaga, pengorbanan dengan penuh tanggung jawab dalam mengemban amanah sebagai Kepala PKSPL IPB University Periode 2016-2021. Semoga semua yang sudah dilakukan bernilai ibadah dan memberikan kemanfaatan kepada institusi PKSPL, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Dr Yonvitner dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Senin (1/2/2021).

Menurut Dr Yonvitner, situasi pandemi saat ini menjadi sesuatu yang tidak mudah bagi kita untuk melakukan adaptasi dengan baik jika tidak mampu berpikir kritis dan bersikap inclusive serta bertindak lokal dengan efek global.

“Untuk itu kita harus mampu memosisikan peran pusat pada suatu segmen yang berdampak secara global, berdaya saing dan memberikan kemanfaatan yang luas pada masyarakat, bangsa dan negara, ” ungkapnya.

Baca juga  Rektor IPB University Ingin Lulusannya Menjadi Powerful Agile Learner

Dalam kesempatan itu Dr Yonvitner menyampaikan pemikirannya membawa PKSPL pada level yang lebih tinggi yaitu dengan menjadikan PKSPL sebagai Pusat Industri Sain pada Bidang Pesisir, Perikanan, dan Kelautan.

Kita tidak bisa menafikan bahwa hari ini dunia sedang dihadapkan pada sebuah disrupsi yang besar dalam semua hal. Keberadaan industri teknologi 4.0 telah turut memainkan peran terbesar melalui akupasi data dan jaringan.

Perkembangan ini, katanya, apabila hari ini jika kita tidak memiliki jaringan, rasanya seperti mati suri, jika tidak ada informasi yang dikirimkan serasa mengalami kekosongan jiwa

Oleh sebab itu masyarakat dengan berbagai cara harus didorong memberikan data kepada pemilik industry 4.0 secara voluntary.

“Pemilik jaringan dan data based hari ini mencapai kejayaan. Terutama ketika semua orang berlomba menyimpan datanya secara sukarela ke dalam jaringan tersebut. Mesti kita ingat ke depan, pemilik data dan pemilik informasi akan jadi pengendali dunia. Secara sederhana kita bisa cek kenapa jika kita kehilangan informasi, maka dengan mudah kita akan menemukannya di google. Apa saja yang kita mau semua tersedia di google. Mahasiswa lebih baik kehilangan buku catatan, dari pada kehilangan akses ke google,” ujarnya.

Baca juga  Laboratorium Uji Covid-19 IPB Sudah Teregistrasi di Balitbangkes

Menurutnya, bukan hanya soal data sosial dan humaniora saja yang open acces. Data negara dan perguruan tinggi juga open acces yang terkumpul pada sistem teknologi 4.0.

“Kita kehilangan kedaulatan atas data. Jika ini terus dibiarkan, maka dapat dipastikan satu dekade ke depan, pemilik jaringan dengan datanyalah yang mengatur semua hal termasuk pesisir, perikanan dan kelautan kita,” imbuhnya.

Dengan pandangan tersebut, maka sudah seharusnya disiapkan mekanisme manajemen data dalam satu basis industri data yang disebut sebagai industri sains.

Sains terkini tidak hanya soal eksakta namun juga sosial. Maka untuk itu industri sains akan menjadi jantung masa depan yang akan memompakan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan teknologi.

Baca juga  Ikut Angkat Sampah, Bima Semangati Lurah Jangan Kendor Bebersih Ciliwung

“Dalam sektor pesisir, perikanan dan kelautan hari ini, kita harus mampu mewujudkan kedaulatan data untuk manajemen yang lebih presisi. Kajian yang dilakukan harus lebih presisi, data disimpan dan dikelola harus presisi, maka kebijakan yang akan lahir akan presisi.  Presisi secara nasional akan menjadi modalitas dalam memacu intenasionalisasi dan bersaing dengan kompetitif,” imbuhnya.

Untuk itu, pada periode lima tahun mendatang Dr Yonvitner mengajak semua peneliti, staf, serta board management untuk menyiapkan PKSPL yang lebih berdaya saing dengan sistem manajemen data yang baik, riset yang lebih berkualitas, serta kebijakan yang membumi.

“Dengan demikian, Insya Allah PKSPL akan mampu bersaing dengan kemampuan mengelola data, membunyikan data secara presisi sebagai manifesto bahwa kita pantas menjadi industri sains bidang pesisir, perikanan dan kelautan,” tandasnya. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!