Atang Trisnanto saat rapat koordinasi penanganan Corona

DPRD Kota Bogor: Perbanyak Lab Penguji Swab Covid-19

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kemenkes RI harus menambah jumlah laboratorium yang bisa melaksanakan SWAB Test Covid-19. Jabodetabek ini epicentrum Covid-19 di Indonesia. Kalau hanya mengandalkan Balitbangkes, kita tidak bisa gerak cepat. Banyak ODP dan PDP Corona di Kota Bogor yang belum keluar hasil uji SWAB nya. Bahkan beberapa di antaranya sudah meninggal beberapa hari yang lalu.

Penegasan ini dikemukakan oleh  Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Rabu (1/4/2020) menanggapi masih banyaknya uji swab Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Kota Bogor yang belum keluar hasilnya.

Hingga 1 April 2020, terdapat 11 pasien berstatus PDP di Kota Bogor meninggal dunia.

“Diperlukan langkah cepat untuk menahan laju penambahan dengan cara deteksi dini yang kemudian bisa ditindaklanjuti dengan cepat proses isolasinya,” kata dia.

“Lamanya hasil proses uji tersebut akan menghambat upaya cepat, baik dari pihak RS untuk melakukan penanganan yang tepat, ataupun bagi Pemerintah untuk segera melakukan langkah isolasi dan tracking terhadap ODP yang lain. Dengan demikian, upaya maksimal untuk penanganan pasien yang sakit ataupun peluang penyebarannya bisa segera dilakukan dengan cepat melakukan tracking dan isolasi,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah tidak perlu waktu yang lama untuk menambah atau membangun Laboratorium Penguji Covid-19, Politisi PKS itu menyampaikan bahwa tidak perlu membangun laboratorium baru, melainkan dengan memberikan ijin kepada Laboratorium yang sudah ada untuk Uji Covid-19.

“Tidak perlu bangun baru atau beli peralatan baru. Dari hasil diskusi Forkopimda Kota Bogor kemarin, Laboratorium IPB siap dan bersedia untuk ditunjuk sebagai Laboratorium Penguji. Selain IPB, saya juga dengar bahwa Laboratorium Veteriner Kementan juga punya kemampuan uji Real Time PCR dan BSL3. Artinya, Kemenkes tinggal assesment dan segera terbitkan ijin setelah memenuhi syarat,” terangnya.

Hal ini, tambah Atang sama dengan ditunjuknya Institute Of Tropical Disease (ITD) UNAIR di Surabaya, sehingga uji Covid-19 di area Surabaya dan sekitarnya tidak harus memakan waktu berhari-hari karena pengiriman sampel.

“Laboratorium IPB ataupun Lab lain yang punya kemampuan sama bisa membantu sehingga Jabodetabek sebagai epicentrum Covid-19 di Indonesia bisa lebih cepat ditangani,” pungkasnya.[] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *