Situs Berita Pemkot Bogor

Catatan Akhir Tahun: Humas, Jendela Besar Melihat Aktivitas Pemkot Bogor

BOGOR-KITA.com – Banyak hal yang patut diapresiasi bila ingin membuat catatan akhir tahun untuk Pemkot Bogor. Namun, dari semua itu, satu hal yang patut diapresiasi adalah peran yang dimainkan Humas Pemkot Bogor

Humas Pemkot Bogor menjadi semacam jendela besar untuk melihat aktivitas  Pemkot Bogor, mulai dari aktivitas Walikota Bogor Bima Arya, aktivitas pejabat di dinas, kecamatan dan lain sebagainya.

Dari peran yang dimainkan Humas Pemkot Bogor, publik menjadi mengetahui bahwa Bima Arya adalah seorang walikota yang nyaris tidak mengenal kata libur, bahwa Bima Arya adalah seorang yang menggemari olah raga jogging dan basket, bahwa Bima Arya itu akan membuat sejumlah jogging track di Kota Bogor, bahwa Bima Arya adalah salah seorang yang gencar mendorong perlunya Jabodatabek diurus oleh satu kementerian, bahwa Bima Arya adalah walikota yang peduli terhadap kenyamanan masyarakat Kota Bogor sebagaimana dia menghardik kurir ganja satu setengah ton atau menangkap-tangan remaja yang menjual diri di sebuah apartemen di bilangan Soleh Iskandar.

Melalui jendela besar Humas Pemkot Bogor, publik jadi bisa mengetahui aktivitas Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat yang juga nyaris tak mengenal hari libur.

Singkat kata, melalui Humas Pemkot Bogor, publik bisa mengikuti hampir seluruh perkembangan pembangunan dan aktivitas pejabat Pemkot Bogor.

Apa yang dilakukan Humas Pemkot Bogor sehingga bisa menjadi jendela besar seperti itu? Sudah barang karena Humas Pemkot Bogor rajin memberitakan aktivitas bukan hanya walikota, wakil atau sekda atau kepala dinas, tetapi seluruh pejabat Pemkot Bogor yang memiliki aktivitas. Aktivitas pejabat yang diberitakan Humas Pemkot Bogor juga ditulis dengan baik, dari segi tata bahasa, maupun kelengkapan unsur 5 W + 1 H.

Tata bahasa baik dan kelengkapan unsur sebuah berita patut diparesiasi secara khusus, karena tidak tidak sedikit humas di berbagai lembaga yang asal tulis tanpa memperdulikan kelaziman pemberitaan sebagaimana media pada umumnya.

Berita-berita yang disiarkan Humas Pemkot Bogor juga tidak terkesan berita puja-puji yang membosankan. Sangat terasa bahwa berita yang disiarkan merupakan hasil peliputan yang ditulis seperti apa adanya tanpa melebih-lebihkan.

Jumlah berita yang disiarkan dalam satu hari juga tidak hanya satu atau dua, tetapi cukup banyak. Dari sini saja sudah terbaca bahwa aktivitas di Humas Pemkot Bogor tak ubahnya aktivitas di sebuah ruang redaksi media umum.

Seperti di ruang redaksi media massa umum, di ruang Humas Pemkot Bogor  kuat diyakini ada perencanaan peliputan, ada  pelaporan dari reporter, ada proses seleksi berita yang layak tayang, ada proses penetapan angel dari sebuah laporan  peliputan, ada koreksi kata-kata yang salah ketik, ada proses editing dan penyeragaman tata penulisan,  ada komando berita mana yang layak tayang dan mana yang belum dan harus diperbaiki atau dibuang.

Dari sini sudah tercemin seperti apa kualitas SDM dan kepemimpinan, terutama yang bertindak sebagai nakhoda proses redaksional di Humas Pemkot Bogor.

Namun demikian bukan berarti Humas Pemkot sudah sempurna, sebab tidak ada gading yang tak retak.

Salah satunya soal kecepatan. Beberapa berita Humas Pemkot Bogor adakalanya baru tayang di situs resmi pemkot sehari atau dua hari setelah peristiwa berlalu.

Soal kecepatan ini menjadi catatan karena prinsip sebuah media online adalah real time. Namun catatan ini kategorinya kecil saja, karena tidak sedikit media online milik pemerintah yang pengisiannya jauh lebih lambat, bahkan sering terjadi pada media online umum.

Catatan kedua, berita-berita yang ditayangkan Humas Pemkot Bogor sangat bersifat spot news atau straight news, atau berita yang ditulis sesuai dengan apa yang didengar dan dilihat dari tempat kejadian.

Catatan ini juga harus dikategorikan sebagai catatan kecil saja, karena hakekat berita humas memang bersifat spot news, tanpa menjalankan fungsi kontrol sosial,  mengingat objek pemberitaannya terbatas pada aktivitas pemerintah. Sedang media pada umumnya meletakkan objek pemberitaan pada seluruh peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dan oleh sebab itu menjalankan seluruh fungsi yang melekat pada pers seperti fungsi sebagai kontrol sosial, fungsi dinamisator, fungsi edukasi, fungsi sebagai inovator dan lainnya.

Bagaimana Humas Pemkot Bogor bisa menjadi jendela besar untuk melihat seluruh aktivitas Pemkot Bogor?

Setidaknya ada dua hal yang menentukan. Pertama “redaktur pelaksananya” atau kepala humasnya memiliki kualifikasi tertentu di bidang jurnalistik, dan kedua “pemimpin redaksinya” atau walikotanya adalah orang yang terbuka terhadap kontrol publik. [] Petrus Barus



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *