Lokakarya Nasional Bank Dunia tentang Pengelolaan Air Perkotaan Terpadu di Hotel Rancamaya, Kertamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (30/1/2019) malam.

Bima: Dalam 2 Sampai 3 Tahun Wajah Ciliwung Berubah

BOGOR-KITA.com – Sekarang sedang kita fokus pada upaya menaturalisasi Ciliwung dengan tujuan dapat meningkatkan kualitas hidup warga dan menjadikan Ciliwung sebagai pekarangan depan, bukan belakang.

Hal ini dikemukakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat menjadi narasumber dalam acara National Workshop World Bank on Integrated Urban Water Management atau Lokakarya Nasional Bank Dunia tentang Pengelolaan Air Perkotaan Terpadu di Hotel Rancamaya, Kertamaya, Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (30/1/2019) malam.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari sejumlah instansi se-Indonesia, di antaranya Bappenas, Bappeda, PDAM, dan Kemen PUPR. Selain itu turut dihadiri pula sejumlah warga negara asing (WNA) asal Brazil dan Australia yang mewakili Bank Dunia.

Bima memaparkan program-program yang telah dan akan dilakukan terkait lingkungan, salah satunya menaturalisasi sungai Ciliwung.

Menaturalisasi Sungai Ciliwung merupakan sebuah pekerjaan yang sangat besar yang perlu didukung oleh banyak pihak sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mencemari lingkungan dengan membuang limbah ke sungai.

“Agar masyarakat tidak lagi membuang limbah ke sungai Ciliwung kita harus membangun MCKnya, sanitasinya, infrastruktur lain dan sebagainya. Jadi sekarang seluruh anggaran dikonsentrasikan ke titik ini (Naturalisasi Sungai),” paparnya.

Dengan menaturalisasi Ciliwung, Bima berharap 2-3 tahun ke depan wajah Sungai Ciliwung berubah, tidak hanya fisik namun perubahan dari sisi perilaku masyarakatnya.

“Jadi dengan menaturalisasi Ciliwung ini bisa meningkatkan kualitas hidup warga. Kemudian bisa menciptakan kawasan wisata air dan kampung tematik yang terintegrasi. Lalu, melakukan pengelolaan air sehingga bisa mencegah bencana banjir di Jakarta,” tegasnya.

Karena, menurut Bima, apa yang dilakukan oleh masyarakat di Bogor akan berdampak bagi daerah-daerah lain seperti Depok dan Jakarta.

“Jadi strategi di Kota Bogor saat ini adalah membuat serapan air sebanyak-banyaknya karena dapat mengurangi jumlah volume air yang mengalir ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Ini juga proses edukasi yang telah kita lakukan kepada warga,” kata Bima.

Selain menaturalisasi Sungai Ciliwung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga telah menjalankan program yang dapat mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan, di antaranya program pengurangan penggunaan kantong plastik bagi mal dan minimarket, program TPS 3R, dan program Bogor Ku Bersih yang diinisiasi oleh semua unsur masyarakat baik dari kalangan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, pengusaha, politisi hingga komunitas. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *