Kab. Bogor

Bupati Bogor Sambut Baik Kerjasama KIFC Bangun Sentul Eco Edu Tourism

Bupati Bogor Ade Yasin saat menerima tim Korea Indonesia Forest Center (KIFC) di Ruang Kerja Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor,Rabu (31/3/2021).

BOGOR-KITA.com, CIBINONG – Bupati Bogor, Ade Yasin sambut baik kerja sama Korea Indonesia Forest Center (KIFC) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait wisata alam ramah lingkungan di Kabupaten Bogor, salah satunya dengan membangun Sentul Eco Edu Tourism atau hutan kecil di Ibu Kota Kabupaten Bogor Cibinong.

Hal  itu disampaikan Bupati Bogor saat menerima tim Korea Indonesia Forest Center (KIFC) di Ruang Kerja Bupati Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor,Rabu (31/3/2021).

“Saya sangat mendukung dan menyambut baik, karena kerja sama yang dijajaki ini terkait wisata alam yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam. Saya juga berharap pertemuan ini bisa ditindaklanjuti dengan kerja sama membangun wisata forestry atau semacam hutan kecil di tengah Ibu Kota Kabupaten Bogor,” ungkap Bupati.

Bupati mengatakan, di Kabupaten Bogor KFIC bekerja sama dengan Perhutani untuk membangun Sentul Eco Edu Tourism Forest bertujuan untuk membantu mengatasi dampak perubahan iklim global.

Kerja sama ini rencananya akan diresmikan pada 6 April 2021 mendatang berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Kegiatan Pemanfaatan Hutan Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara dengan Pemerintah Kabupaten Bogor Nomor 127/041.4/PBB/BGR/DIVRE-JANTEN/2020  dan  Nomor 119/32/KB/KS/XII/2020 tanggal 11 Desember 2020, serta Surat Perintah Sekretaris Daerah Nomor 556.4/164 –Perek tanggal 5 Maret 2021  kepada Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Prioritas ke lokasi Penangkaran Rusa di Kecamatan Tanjungsari dan Eco Edu Tourism di Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor.

“Tindak lanjut kerja sama ini kami dilakukan secara kolaborasi, untuk pemetaan dan pengukuran kawasan, Master Plan Pengembangan Kawasan Wisata, dan FS Pengembangan Kawasan Wisata dilakukan oleh Pemkab Bogor dan Perhutani, DED Area Parkir dan Sarana Prasarana serta Pembangunan Area Parkir dan Sarana Prasarana dilakukan Disbudpar, sedangkan untuk DED Jalan dan Pembangunan Akses Masuk Kawasan Wisata dilakukan oleh PUPR,” imbuhnya.

Sementara itu Mr. Lee dari KFIC menyampaikan bahwa Korea Selatan, kira-kira dua per tiga daerahnya merupakan pegunungan, oleh karena itu lahan yang bisa ditanami sudah penuh, maka untuk ikut mengatasi dampak perubahan iklim global, KFIC ingin menanam pohon lebih banyak lagi walaupun itu berada di luar negeri. [] Hari/Diskominfo Kabupaten Bogor

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top