Angkot modern.

Angkot Modern Mulai Beroperasi

BOGOR-KITA.com – Angkutan Kota (Angkot) Modern akhirnya beroperasi di Trans Pakuan Koridor (TPK) 4. Angkot yang dikeluarkan oleh badan hukum KODJARI ini, mulai beroperasi di jalur Warung Jambu menuju Ciawi.

“Ada 5 unit kendaraan yang hari ini mulai berjalan, dari Warung Jambu sampai ke Ciawi,” kata Ketua Badan Pengawas Kodjari, Dewi Jani Tjandera, di Bogor, Senin (29/10/2018).

Terkait tarif, yang diterapkan adalah tarif kartu seharga Rp4.000 dan bisa dibayar tunai.

“Apabila sudah berjalan efektif, tarif akaj disesuaikan, yaitu untuk bayar cash atau tunai Rp7.000 dan menggunakan kartu tap card Rp4.000. Tetapi, tahap awal ini kita gunakan tarif Rp4.000 saja untuk jalur TPK 4 dari Ciawi ke Ciparigi,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hutapea mengatakan, ada 6 titik fokus utama pemberhentian angkot modern di antaranya, Pomad, Perempatan Pintu Keluar Tol BORR, Warung Jambu, Tugu Kujang, Sukasari dan Ciawi.

“Dari laporan di lapangan, tidak ada kendala saat angkot modern beroperasi. Sedangkan penumpang memang masih minim, karena masyarakat juga belum tahu,” ungkapnya.

Namun demikian, Jimmy menegaskan, pihaknya akan memperkuat sosialisasi. Dishub akan menginformasikan kepada masyarakat bahwa angkot modern sudah mulai beroperasi.

“Terkait dengan terminal atau pemberhentian angkot modern di Ciawi, sementara kita upayakan rekayasa lalin berupa pembukaan putaran angkot di Tugu Ciawi, karena memang ada permintaan untuk membuka pemutaran sebelum Tugu Ciawi sehingga bisa mempermudah dan melancarkan jalur angkot modern sambil menunggu kesepakatan Pemkot Bogor dengan Kabupaten Bogor terkait pembuatan terminal batas kota,” jelasnya.

Terkait kekhawatiran badan hukum KODJARI terhadap preman atau pengrusakan kendaraan oleh oknum, Jimmy mengaku, sudah beberapa kali dirapatkan dengan para badan hukum yang ada di TPK 4 dan menghasilkan kesepakatan bahwa untuk badan hukum yang sudah siap mengoperasikan kendaraan baik yang konversi maupun rerouting, silahkan berjalan dan yang belum siap jangan mengganggu.

“Dikarenakan sudah konversi, ada sebanyak 30 unit angkot konvensional yang keluar dari trayek dan digantikan oleh 20 angkot modern,” katanya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, sebenarnya angkot modern ini sudah mulai berjalan namun informal, dan sekarang sudah resmi langsung beroperasi.

“Percobaan kemarin saya melihat animo warga cukup tinggi. Jadi mudah – mudahan semua berjalan dengan lancar,” harapnya.

Bima menambahkan, kehadiran angkot ini bukan hanya fasilitasnya, tetapi yang lebih penting tertib dalam artian tidak berhenti sembarangan, tetapi berhenti sesuai tempat yang ditentukan.

“Pangkal kemacetan itu karena berhenti sembangan. Makanya kita berharap angkot modern ini, perilakunya modern juga,” imbuhnya.

Terkait rekayasa lalin, Bima mengaku, sementara ini masih dilakukan rekayasa dahulu sampai nanti ada terminal batas kota.

“Saat ini masih di tunda kesepakatan terkait terminal batas kota ini dengan Kabupeten Bogor,” pungkasnya. [] Fadil

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *