Kab. Bogor

Anggota DPRD Jabar Jadi Narasumber Diskusi Online Hari Kartini

BOGOR-KITA.com, CIBINONG  – Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Kabupaten Bogor Erni Sugiyanti menjadi narasumber diskusi online bertajuk “Kartini Day Kartini Millenial”, Senin (13/4/2020)yang digagas Yayasan Visi Nusantara Maju  bersama ALINEA.

Yusfitriadi, Ketua Yayasan Visi Nusantara Maju menjelaskan, peningkatan kapasitas perempuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tak mesti hanya lewat pendidikan formal. Menurutnya, saat ini, sudah banyak forum dan komunitas yang secara terus menerus konsisten membantu peningkatan kapasitas perempuan. “Selain itu, berjejaring atau melakukan gerakan kolektif menjadi hal penting lainnya untuk semakin membumikan peran perempuan,” ujar Yusfitriadi kepada media ini, Selasa (14/4/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Yus ini menjelaskan, tema Kartini diambil karena bulan April adalah bulan lahirnya salah satu pejuang emansipasi perempuan di Indonesia. “Ibu Kita Kartini adalah salah satu tokoh emansipasi perempuan. Sehingga kita menginginkan semangat itu terus ada dalam diri setiap perempuan Indonesia,” ujarnya.

Dalam diskusi online, dihadirkan beberapa narasumber yang mempunyai pengalaman dan prestasi luar biasa dalam setiap bidangnya. Giat diskusi dipandu oleh Heni Rustiani, MPd aktifis perempuan dan perlindungan anak.

Baca juga  Erni Sugiyanti Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Petani

Salah satu narasumber adalah Erni Sugiyarti, S.Pd anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Kabupaten Bogor menyampaikan, bahwa saat ini masih banyak produk hukum yang belum berpihak kepada perempuan atau dengan kata lain masih diskriminatif terhadap perempuan.

“Misalnya tentang jam kerja perempuan ataupun yang mengatur migran perempuan yang belum menyentuh pada pokok permasalahan perempuan itu sendiri.” papar politisi PKB ini.

Erni juga banyak menyoroti tingginya angka kekerasan pada perempuan dan anak di Jawa barat. Kondisi rendahnya pendidikan menjadi salah satu sebab perempuan didiskriminasi.

“Terus masalah program program pemprov yang masih butuh banyak dikawal supaya lebih berpihak pada perempuan terutama wilayah ukm dan mikro banyaknya home industri peluang buat perempuan tapi seringkali urusan kredit ke bank seperti kur masih sulit diakses,” tambah dia.

Ia menambahkan kita juga masih harus melihat lagi perda-perda kita yang berkaitan dengan posisi perempuan.

“Seperti untuk para pekerja migran sampai mana implementasi yg terjadi di masyarakat,” tandasnya. [] Admin/Fahry

Baca juga  Reses, Erni Sugiyanti Bagikan Masker hingga Diskusi Membangun Ekonomi Desa
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top