Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim (pakai batik) bersama para pimpinan DPRD Kabupaten Bogor dan Wabup Bogor Iwan Setiawan saat meninjau Huntara

Agus Salim: Realisasi Huntara Semoga Jadi Amal Sholeh

BOGOR-KITA.com, SUKAJAYA- Realisasi hunian sementara (Huntara) oleh Pemerintah Kabupaten Bogor kepada warga korban bencana alam di di Leuwisadeng dan Sukajaya, tak lepas dari peran banyak pihak yang bekerja keras mewujudkan hal tersebut.

“Alhamdulillah harapan masyarakat Bogor Barat khususnya Sukajaya dan sekitarnya terwujud. Derita berkepanjangan selama 6 bulan tinggal di tenda pengungsian semoga teratasi. Perjuangan panjang mulai penganggaran antara eksekutif dengan DPRD hingga realisasi. Semoga menjadi amal sholeh semua pihak yang berkontribusi hingga terwujud huntara ini,” papar Agus Salim, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Senin (6/7/2020).

Diketahui, hari ini, Senin (6/7/2020), Pemkab Bogor, melalui Bupati Ade Yasin, secara simbolis menyerahkan kunci hunian sementara (Huntara) sebanyak 1.753 unit. Yang masing-masing diperuntukkan bagi 1.713 unit warga Sukajaya dan 40 unit warga Leuwisadeng.

“Langkah ini juga harus segera disusul dengan realisasi Huntap (hunian tetap) yang sangat dinanti masyarakat yang terdampak bencana yang direlokasi dari kampung halaman mereka,” papar politisi PKS ini.

Diketahui, di awal tahun 2020 ini, Kabupaten Bogor kembali dihadapkan pada serangkaian musibah bencana alam banjir bandang, angin kencang dan puting beliung serta longsor yang menimpa masyarakat yang berada di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.

Pada saat kejadian terdapat 16 desa dari tiga kecamatan yang berbeda terisolir. Sekitar 17.556 jiwa yang tersebar di 26 kecamatan dan 126 desa/kelurahan terdampak bencana.

Menyikapi hal ini, sejak awal, Pemkab Bogor langsung menetapkan sejumlah langkah pananggulangan strategis. Di antaranya, menetapkan masa tanggap darurat dengan melakukan pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya penentuan status keadaan darurat bencana penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana pemenuhan kebutuhan dasar perlindungan terhadap kelompok rentan, dan pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

Lalu, kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Bogor kedepan antara lain,pemasangan sistem peringatan dini,pelaksanaan mitigasi fisik dan non fisik sebagai upaya mendukung perencanaan pembangunan berkelanjutan, pembentukan satuan pendidikan aman bencana di beberapa sekolah, madrasah dan pesantren,pembentukan dan peningkatan kapasitas desa tangguh bencana.

Selain itu, Pemkab Bogor juga menggelar edukasi, sosialisasi serta diklat kesiapsiagaan bencana bagi ASN, masyarakat dan lembaga usaha,memberikan kemudahan bagi peran serta lembaga usaha dalam bentuk corporate social responsibility (CSR) terkait kebencanaan ataupun bentuk lainnya, berkoordinasi dan berperan aktif di bidang kebencanaan dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/ kota berbatasan dan  lembaga perguruan tinggi. [] Fauzan



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *