Bupati Bogor Ade Yasin SH MH

Ade Yasin ke Ridwan Kamil: Poros Tengah Timur Jangan Jadi Jalan Tol

BOGOR-KITA.com –  Bupati Bogor meminta secara langsung ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil agar tidak membuat jalan Poros Tengah Timur jadi jalan tol yang berbayar. “Saya tadi menyampaikan beberapa hal secara langsung sekalian curhat seperti Jalan Poros Tengah Timur sebagai upaya memecah kemacetan di Puncak. Tapi kami tidak ingin Jalan Poros tengah Timur itu dibuatkan menjadi jalan tol, ingin jalan biasa saja,” kata Ade Yasin, dalam acara Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (KOPDAR) Triwulan II, yang dihadiri Bupati dan Walikota Se-Jawa Barat di Prima Sankanhurip Resort, Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7/2019).

Dalam acara itu Ridwan Kamil menyampaikan 9 Prioritas Pembangunan Tahun 2020 Pemerintah Provinsi Jawa Barat di hadapan semua Bupati dan Walikota Se-Jawa Barat.

Ridwan Kamil mengatakan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah harus bersinergi guna memajukan wilayah Jawa Barat. “Alhamdulillah kita di sini berkumpul semua para kepala daerah hadir untuk saling bersinergi. Kita semua paham pembangunan di wilayah masing-masing ingin cepat, janji-janji politik ditepati, RPJMD segera diselesaikan, untuk itu butuh sinergi yang lebih kuat agar semuanya tercapai,” kata Emil.

Ia pun menjelaskan, 9 prioritas pembangunan Tahun 2020 pemerintah provinsi harus sejalan dengan semua daerah.

“Ada 9 prioritas pembangunan pemerintah Provinsi Jawa Barat, meliputi, akses pendidikan untuk semua, desentralisasi layanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata, pendidikan agama dan tempat ibadah juara, infrastruktur konektivitas wilayah, gerakan membangun desa, subsidi gratis golekmah, dan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah,” jelasnya.

Poros Tengah Timur

Bupati Bogor Ade Yasin sangat mengapresiasi kegitan Kopdar. “Menurut saya ini kegiatan sangat baik dan bermanfaat, saya rasa semua kepala daerah tidak akan melewatkan kesempatan ini, di mana kita bisa langsung berdialog dengan Pak Gubernur dan menyampaikan program-program kita secara langsung,” ujar Ade Yasin.

Ade Yasin menambahkan, ada beberapa hal prioritas yang tadi langsung disampaikan ke Pak Gubernur. “Saya tadi menyapaikan beberapa hal secara langsung sekalian curhat seperti Jalan Poros Tengah Timur sebagai upaya memecah kemacetan di Puncak. Tapi kami tidak ingin Jalan Poros tengah Timur itu dibuatkan menjadi jalan tol, ingin jalan biasa saja,” kata Ade Yasin..

Ade yasin menambahkan, pihaknya juiga mengemukakan 95 jembatan rawan yang perlu direvitalisasi,  84 titik kemacetan yang mesti di urai, Jalan Bojong Gede Kemang agar dari Kota Bogor tidak udsh muter lagi, persoalan jalan tambang mohon untuk ada solusi karena ada pembebasan tanah yang harus dibayar. kepada Perhutani kita minta pinjem tanah untuk kantong-kantong parkir. Saya juga minta Lanud ATS agar menjadi komersil karena ini untuk mendukung sektor wisata kita dan juga kita ingin buat mesjid besar di sekitar Stadion Pakansari namun ingin di desain langsung oleh Pak Gubernur,” tambahnya. [] Admin/Diskominfo Kabupaten Bogor

 



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *