Kab. Bogor

AAI Perancis Bantu TBM Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu, Kabupaten Bogor

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Lokasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka berada di Kaki Gunung Salak, di Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Cukup jauh dari Ibu Kota Kabupaten Bogor, Cibinong, juga cukup jauh dari Kota Bogor.

Namun, hal itu tidak menghalangi Association les Amis de l’Indonésie  (AAI), sebuah lembaga sosial yang fokus membantu bidang kemanusiaan, pendidikan, dan budaya untuk memberikan bantuan program pendidikan nonformal kepada TBM Lentera Pustaka yang didirikan dan dikelola pegiat literasi, Syarifudin Yunus.

AAI menyatakan memberikan bantuan pada  TBM Lentera Pustaka, Senin (1/3/2021).

Bantuan tersebut sebagai implementasi spirit filantropi AAI yang anggotanya terdiri warga negara Perancis yang cinta Indonesia, dan WNI  yang bermukim di Perancis. Melalui bantuan itu menjadi aksi nyata kepedulian terhadap pendidikan yang dilakukan taman bacaan selain untuk meningkatkan tradisi baca anak-anak Indonesia.

“Bantuan program Pendidikan AAI ke Taman Baca Lentera Pustaka ini merupakan bagian semangat filantropi dan wujud cinta kami kepada anak-anak Indonesia. Sesuai nilai-nilai organisasi AAI yang terus mendukung nilai kemanusiaan, pendidikan, dan sosial. Sebagai kontribusi nyata dan bagian tanggung jawab sosial kami kepada dunia pendidikan nonformal” ujar Jenny Bouffette, Ketua AAI didampingi Novi Hernalsteen (Sekretaris) dan Destin Olivero (Bendahara) dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga  Mereka Mengajari dan Membimbing  Anak-Anak di Kaki Gunung Membaca

AAI yang berpusat di Tarbes Perancis, dalam risalah rapat pengurus secara virtual yang terdiri dari 38 anggota.

Mereka telah menyepakati untuk memberikan bantuan program pendidikan nonformal kepada Taman Baca Lentera Pustaka yang diasuh Syarifudin Yunus, seorang dosen,  sebagai salah satu penerima bantuan Pendidikan Terpilih tahun 2021. Adapun bantuan akan digunakan untuk

1.Akses internet

2.Remunerasi petugas baca

3.Listrik

4.Biaya program bulanan.

Bantuan program Pendidikan AAI tahun 2021 ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara diaspora Indonesia di Perancis dengan lembaga pendidikan norformal seperti TBM Lentera Pustaka dalam menegakkan tradisi baca anak, di samping upaya untuk menekan angka putus sekolah di daerah tidak mampu.

Selain itu, taman bacaan sebagai bagian pendidikan masyarakat pun harus harus dikelola secara baik dan kreatif. Sehingga anak-anak tertarik untuk membaca buku di era digital, di samping tekun dalam belajar untuk mencapai cita-citanya.

Baca juga  Puasa, Momen untuk Move On

“Bantuan AAI Perancis ini sangat berguna untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan Taman Baca Lentera Pustaka yang kini jadi tempat membaca 145 anak-anak dari keluarga yang tidak mampu. AAI menjadi energi dan semangat kami sebagai pengelola untuk bentindak lebih baik lagi. Terima kasih AAI Perancis dan ILUNI 30 yang telah memfasilitas program ini,” kata Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka.

TBM Lentera Pustaka saat ini merupakan taman bacaan satu-satunya yang resmi di Kecamatan Tamansari kabupaten Bogor dan bertekad menjadikan anak-anak usia sekolah di Desa Sukaluyu terbiasa membaca dan membentuk karakter dan budi pekerti anak-anak usia sekolah. Sehingga terbebas dari ancaman putus sekolah.

Setelah 4 tahun berdiri, TBM Lentera Pustaka saat ini menjalan empat program utama bidang Pendidikan nonformal,  yang terdiri dari:

Baca juga  Kenapa 90% Pekerja Indonesia Tidak Siap Pensiun?

1.Taman Bacaan (TABA), sebagai tempat membaca 145 anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu secara ekonomi dan berasal dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya). Saat ini setiap anak mampu membaca 5-10 buku per minggu dengan jam baca 3 hari dalam seminggu.

2.GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) yang diikuti 10 ibu-ibu kaum buta aksara yang rutin belajar baca-tulis 2 kali seminggu. Dari mulai tidak bisa menulis nama dan tanda tangan, kini kaum ibu warga belajar GEBERBURA telah bisa membaca dan menulis.

3.KElas PRAsekolah (KEPRA) yang diikuti 20 anak-anak usia prasekolah yang belajar mengenal huruf, membaca, dan berhitung. Sambil bermain gembira, seminggu 3 kali anak-anak prasekolah datang diantar ibunya secara rutin.

4.YAtim BInaan (YABI) yang kini ada 11 anak yatim yang dibina dan diberikan bantuan “uang sekolah” dana rutin tidak bulan agar dapat melanjutkan sekolah, di samping ada 3 anak yatim yang mendapat beasiswa untuk tetap sekolah. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top