Kab. Bogor

Rudy Susmanto Dorong Pembukaan Poros Baru, Jalan Malasari Hubungkan Bogor-Sukabumi-Lebak

BOGOR-KITA.com, CIBINONG– Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong pembukaan konektivitas baru di wilayah barat Kabupaten Bogor melalui pembangunan jalan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

Jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer itu diproyeksikan menjadi salah satu akses yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak, Banten.

Rudy mengatakan, pembangunan akses tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses.

“Kita masuk ke Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Di sana ada satu desa yang apabila jalannya terbangun akan menjadi sebuah poros jalan baru yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Lebak, Banten,” kata Rudy, Rabu (2/9/2026).

Baca juga  Wakil Ketua DPRD: Pelebaran Jalan Alternatif Puncak Harus Terealisasi

Menurut Rudy, pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik. Terbukanya akses baru, kata dia, diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah yang dilalui.

“Kita membangun jalan baru sepanjang kurang lebih 20 kilometer untuk membuka sebuah akses. Membuka akses jalan bukan hanya membangun sebuah jalan. Ketika jalannya sudah dibangun, secara tidak langsung kita menghidupkan geliat ekonomi di wilayah sekitar,” ujarnya.

Ia menilai, konektivitas yang semakin baik juga berpotensi meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan.

“Kalau sebelumnya infrastruktur pendidikan dan kesehatan tertinggal, dengan aksesibilitas yang terbuka lebih baik, perlahan-lahan wilayah tersebut akan terbangun,” kata Rudy.

Baca juga  Ukuran Kios Blok B Pasar Cisarua Terlalu Kecil, Pedagang Kurang Berminat

Rudy menegaskan, penguatan jaringan jalan menjadi salah satu bagian penting dalam pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor. Terlebih, wilayah Kabupaten Bogor terdiri atas 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan.

“Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antarwilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Selain pembangunan akses di Desa Malasari, Pemkab Bogor juga melanjutkan pembangunan jalan di kawasan Citalahab. Rudy menyebut masih terdapat sekitar 4 hingga 6 kilometer jalan yang perlu dilanjutkan hingga masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Menurut Rudy, ke depan konektivitas tersebut diharapkan dapat dilanjutkan hingga terhubung dengan wilayah Kabupaten Sukabumi. Untuk merealisasikannya, Pemkab Bogor akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.

Baca juga  Guru Besar IPB: Talas Beneng Punya Potensi Besar Ekspor

“Nanti kalau sudah terkoneksi dengan Sukabumi, kita pun ingin berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, supaya masyarakat wilayah barat kalau ingin ke Pelabuhan Ratu tidak perlu melambung jauh. Cukup melalui Kecamatan Nanggung sampai dengan Pelabuhan Ratu,” tuturnya.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur di wilayah barat merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka akses dan mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Dengan semakin baiknya konektivitas antarwilayah, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat menjadi lebih mudah serta potensi ekonomi di wilayah barat Kabupaten Bogor dapat berkembang.[] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top