Pemkot Bogor Serahkan Bantuan Penebusan Ijazah, 118 Diterima Secara Simbolis
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ratusan warga Kota Bogor yang sebelumnya terkendala mendapatkan ijazah karena persoalan ekonomi mendapat bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Program penebusan ijazah tingkat SMA sederajat tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor bersama DPRD Kota Bogor untuk membuka kembali akses pendidikan sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat prasejahtera.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada 118 warga di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Senin (31/8/2026).
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, persoalan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh dokumen pendidikan yang telah mereka tempuh.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat lanjutan, terutama bagi para lulusan yang ingin memasuki dunia kerja.
“Harapannya tentu dengan penebusan ijazah ini, para siswa yang selama ini tertahan ijazahnya bisa melamar pekerjaan lebih mudah, tidak ada kendala lagi,” kata Dedie Rachim, didampingi Kabag Kesra Setda Kota Bogor Saepulloh Adi Herdian.
Dedie menilai kepemilikan ijazah dapat menjadi salah satu modal bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Karena itu, ia meminta para penerima tidak berhenti setelah memperoleh ijazah.
“Kalau sudah ditebus ijazahnya, sudah bekerja, jangan lupa nabung. Habis itu, lanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya kalau ada rezekinya,” ujarnya.
Dedie mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan pada akhirnya diharapkan berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga. Semakin baik pendidikan yang dimiliki, peluang memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik juga semakin terbuka.
“Karena dari pendidikan itulah kita merubah nasib keluarga. Kalau keluarga kita masih prasejahtera, insya Allah kalau melalui proses pendidikan yang baik, kemudian nanti mendapatkan pekerjaan yang baik juga, pendapatannya akan meningkat,” jelasnya.
Dedie berharap program penebusan ijazah tidak terus mengalami peningkatan jumlah penerima setiap tahunnya. Justru sebaliknya, pemerintah berharap angka tersebut semakin menurun seiring dengan membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Kita mah kalau bisa semakin menurun, karena tingkat kesejahteraan masyarakat semakin tinggi. Jadi yang dibantu-dibantu teh enggak terlalu banyak,” katanya.
Ia menjelaskan, 118 warga yang menerima ijazah dalam kegiatan tersebut merupakan perwakilan penerima manfaat. Total penerima program penebusan ijazah pada tahun ini mencapai 988 orang.
“Yang sekarang hari ini kan perwakilan saja, seremonial 118, dari 988,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil mengatakan, program tersebut masih dibutuhkan untuk memastikan pemerintah hadir membantu masyarakat yang menghadapi kendala ekonomi dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengembalian ijazah, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat.
“Tentu keberadaan program ini tetap diperlukan. Walaupun tadi disampaikan Pak Wali, kita berharap tiap tahun jumlahnya bisa menurun karena kita berharap kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Adityawarman.
Ia berharap ijazah yang telah diterima dapat dimanfaatkan untuk membuka kesempatan kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Adityawarman optimistis penerima manfaat dapat meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Bogor.
“Dengan ijazah ini terbuka peluang, baik itu tadi peluang mencari kerja dan menguatkan ekonomi keluarga sehingga ekonomi lokal Kota Bogor juga jadi kuat,” katanya.
Selain bekerja, ia juga mendorong para penerima bantuan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi apabila memiliki kesempatan.
“Yang kedua, bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi sehingga tadi, bisa merubah kehidupan keluarga dan Kota Bogor,” pungkasnya. [] Ricky
