Dedie Rachim: FMP 2026 Beri Dampak Positif terhadap Ekonomi Kota Bogor
BOGOR-KITA.com, BOGOR – Festival Merah Putih (FMP) 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, tetapi juga dinilai turut menggerakkan aktivitas ekonomi di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, kegiatan yang mendatangkan masyarakat dari luar daerah berpotensi memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Dedie saat menghadiri Closing Ceremony FMP 2026 di Lanud Atang Sendjaja (ATS), Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).
“Secara garis besar, pelaksanaan event apa pun selalu berdampak langsung atau tidak langsung, termasuk kepada perputaran ekonomi Kota Bogor,” kata Dedie.
Menurut Dedie, peningkatan aktivitas ekonomi mulai terlihat selama Agustus, meski data untuk keseluruhan bulan belum final. Salah satu indikatornya adalah kenaikan okupansi hotel dibandingkan periode sebelumnya.
“Kalau dilihat sepintas di bulan Agustus, meskipun belum tutup, memang di bulan Agustus itu ada peningkatan okupansi dari hotel, kemudian peningkatan pendapatan dari restoran, dari kafe, dari hiburan, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dedie menilai penyelenggaraan berbagai kegiatan dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian Kota Bogor. Karena itu, ia mendorong agar semakin banyak kegiatan digelar di Kota Bogor.
“Jadi semakin banyak event dilaksanakan di Kota Bogor, tentu akan ada dampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah,” katanya.
Menurutnya, FMP 2026 memiliki daya tarik karena sejumlah rangkaian kegiatannya melibatkan peserta, narasumber, dan tamu dari luar Kota Bogor.
Ia mengatakan, sejumlah masyarakat bahkan datang secara khusus ke Kota Bogor untuk mengikuti prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Tugu Kujang.
“Apalagi kan kita banyak mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengundang beberapa narasumber dari luar, kemudian juga tamu-tamu dari luar,” kata Dedie.
“Dan banyak yang secara khusus datang untuk mengikuti penaikan dan penurunan Bendera Merah Putih di Tugu Kujang,” lanjutnya.
Dedie menyebut pengunjung FMP berasal dari sejumlah daerah, antara lain Bandung, Jakarta, Cianjur, Sukabumi, hingga Sumatra dan Kalimantan.
“Jadi dari hasil wawancara, ada yang datang dari Bandung, dari Jakarta, dari Cianjur, dari Sukabumi, bahkan ada dari Sumatra dan Kalimantan,” ungkapnya.
Kehadiran pengunjung dari luar daerah tersebut, kata Dedie, berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi selama mereka berada di Kota Bogor, termasuk penggunaan jasa perhotelan, restoran, kafe, dan sektor hiburan.
“Jadi secara langsung tidak langsung tentu ada dampak terhadap ekonomi Kota Bogor,” pungkasnya. [] Ricky
