Kab. Bogor

Guru Besar IPB: Talas Beneng Punya Potensi Besar Ekspor

Talas Beneng. (Foto:infobanten.id)

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Talas sebagai tanaman pangan alternatif memiliki potensi besar dalam pengembangannya baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor. Tanaman talas yang berpotensi besar untuk ekspor salah satunya adalah talas Beneng.

“Potensi ekspor talas Beneng sangat tinggi karena kapasitas produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibandingkan talas Bogor,”  Prof Dr Ahmad Sulaeman, Guru Besar IPB University dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Senin (23/11/2020).

Prof Ahmad kemudian menyebut keunggulan talas Beneng.

“Potensi talas Beneng sebagai sumber pangan dan komoditas ekspor karena ukurannya raksasa, potensi produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibanding talas-talas lain seperti talas Bogor. Tidak hanya itu, talas Beneng juga tidak terlalu membutuhkan perawatan, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik,” katanya dalam acara diskusi pendampingan ekspor varietas lokal talas Beneng dan turunannya yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Pertanian RI, tanggal 21-22 November 2020.

Sampai saat ini sudah ada 190 riset mengenai talas Beneng dari 123.000 riset mengenai talas yang sudah dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional.

Baca juga  Satu Nakes Terpapar Covid-19, Puskesmas Rumpin Tutup Sementara

Pembahasan publikasi tersebut beragam mulai dari cara budidaya, hama penyakit, kandungan pati, tepung talas, komposisi gizi, kandungan asam oksalat, tepung komposit dan lain sebagainya.

“Secara manfaat gizi dan kesehatan, talas Beneng memiliki kandungan serat makanan yang tinggi dan mengandung zat gizi lain seperti karbohidrat kompleks, provitamin A, karotenoid (alfa dan beta karoten, kriptoxantin) vitamin B6, vitamin E, mineral K, Fe, Cu, MN, CA, Mg, prebiotic,” tambah dosen IPB University dari Departemen Gizi Masyarakat ini.

Lebih lanjut Prof Ahmad menjelaskan kandungan gizi talas Beneng baik untuk penderita diabetes, hipertensi, mencegah penyakit jantung, memperbaiki penglihatan, meningkatkan fungsi kognitif, memperbaiki kesehatan kulit, meningkatkan fungsi sistem imun, baik untuk pencernaan, anti kanker dan dapat membantu menurunkan berat badan.

Pakar Pangan IPB University ini memberikan strategi pengembangan talas Beneng sebagai komoditas unggulan dan ekspor. Ia menyarankan supaya menjadikan talas Beneng sebagai pilot project (percontohan) industri tepung “Taroben Flour” yang sahamnya dimiliki petani talas Beneng. “Jangan diserahkan kepada industri besar karena hanya akan menjadikan petani sebagai kuli saja,” tambahnya.

Baca juga  Dedie Rachim Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 di Kota Bogor

Prof Ahmad juga menyarankan adanya standar nasional tepung talas Beneng (Taroben Flour). Tepung ini dapat digunakan sebagai pengganti atau subtitusi tepung terigu dengan keunggulannya yakni bebas gluten, tinggi serat, protein sebanding dengan terigu, indeks glikemik rendah, serbaguna dan mudah ditambahkan dalam diet sehari-hari. [] Admin

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top