Kab. Bogor

Mahasiswa IPB Berhasil Ekspor Produk Healthy Chips Perdana ke Amerika Serikat

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Rektor IPB University, Prof Arif Satria secara resmi melepas ekspor produk Healthy Chips dari PT Export Tani Nusantara (Future Agri) yang dikelola mahasiswa IPB University ke Amerika Serikat. Healthy Chips adalah produk keripik sehat dari buah-buahan dan sayur-sayuran.

“Alhamdulillah saya bangga sekali hari ini menyaksikan ekspor ke Amerika Serikat produk dari Future Agri. Ini adalah perusahaan yang dikelola mahasiswa IPB University yang memang merupakan hasil dari proses pengembangan entrepreneurship yang ada di IPB University,” kata Prof Arif dalam sambutannya baru-baru ini.

Prof Arif menuturkan, IPB University sejak tahun 2018 telah melakukan talent mapping terhadap mahasiswa baru. Hasil talent mapping dijadikan sebagai dasar penyusunan program-program kemahasiswaan, termasuk program yang berkaitan dengan kewirausahaan. Dengan program tersebut, IPB University berupaya menciptakan pengusaha by design.

Baca juga  Warga Kampung Ciputih Rumpin Tolak Rencana Pembangunan Peternakan Ayam

“Saya berharap ini adalah momentum, karena visi IPB University untuk menjadi techno sociopreneur university itu merupakan suatu visi yang harus terlihat di lapangan. Insyaallah Innopreneurship Center sudah bisa dipakai, sekarang tinggal diresmikan saja. Ini menjadi tempat buat para mahasiswa yang ada di IPB University untuk menyiapkan bisnis,” tuturnya.

Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana menyampaikan bahwa perusahaan Future Agri yang dikelola mahasiswa IPB University merupakan hasil pendampingan program Startup School. Perusahaan ini telah melakukan beberapa kali ekspor, sebelumnya ke Singapura, USA, Dubai, dan China.

“Hal ini tentu bukti nyata dari semangat kewirausahaan kalangan mahasiswa IPB University. Di bawah koordinasi Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa), IPB University terus meningkatkan ekosistem kewirausahaan dengan berbagai aktivitas seperti digitalisasi sistem melalui entrepreneur hub dan program-program lainnya seperti Startup School, Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), dan Wirausaha Merdeka,” kata Prof Deni.

Baca juga  Sekda Minta DPKPP Cepat Memvalidasi Data Rumah Terdampak Bencana

Prof Deni mengatakan, kurikulum K2020 memungkinkan aktivitas mahasiswa di luar kampus yang menggeluti bidang apapun, termasuk kewirausahaan, dapat disetarakan dengan sejumlah satuan kredit semester (SKS). Ini bertujuan untuk mendukung dan mengembangkan kewirausahaan mahasiswa.

Chief Executive Officer (CEO) Future Agri, Al Fiqie mengucapkan terima kasih kepada IPB University, HA IPB, dan ABC HA IPB yang selama ini telah memberikan fasilitas, akses, dan menghubungkan ke berbagai pihak seperti investor dan mentor bisnis. Ia bersyukur karena Future Agri mendapat pendampingan yang intens di program Startup School IPB University, yang dikelola oleh Ditmawa.

“Kami di Startup School diinkubasi, diajarkan mulai dari tahap preparation, execution, serta evaluation business, sehingga dengan banyaknya kendala yang kami rasakan dapat terselesaikan. Program ini memberikan ruang kepada kami konsultasi secara berkelanjutan. Alhasil kami bisa mencapai target sustainability business yang diimpikan selama ini,” tuturnya.

Baca juga  Ini 10 Prodi Terfavorit IPB University di SNMPTN

Dalam menjalankan bisnisnya, Al Fiqie tidak sendiri. Ia dibantu dengan keempat mahasiswa lainnya yaitu Muhammad Syihabuddin Balya, Rizvan Adrian Kurniawan, Siril Fuad, dan M Fadhillah Hendri. Mereka adalah mahasiswa dari Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) lintas angkatan.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top