Kab. Bogor

Ketersediaan Air Bersih di Puncak Masih Terjaga Saat Kemarau

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Meski hujan tidak mengguyur kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, selama beberapa pekan terakhir, ketersediaan air bersih di wilayah tersebut hingga kini dilaporkan masih aman. Warga di sejumlah desa masih dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari dan belum ada laporan mengenai kekeringan yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Camat Cisarua, Heri Risnandar, mengatakan pemerintah kecamatan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan selama musim kemarau. Berdasarkan laporan dari pemerintah desa dan kelurahan, hingga pertengahan Juli 2026 belum ditemukan wilayah yang mengalami krisis air bersih.

“Sejauh ini belum ada laporan dari desa maupun kelurahan terkait dampak kekeringan. Kondisi ketersediaan air bersih masih aman dan kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi,” ujar Heri, Kamis (16/7/2026).

Baca juga  Bupati Bogor Minta Pemerintah Pusat Tuntaskan Jalur Puncak 2

Menurut Heri, terjaganya sumber-sumber air di kawasan Puncak tidak terlepas dari berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai program penanaman ribuan pohon yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan PTPN I Regional 2 mulai memberikan dampak positif terhadap kawasan resapan air.

Ia mengatakan, keberadaan pohon-pohon tersebut berperan dalam menjaga cadangan air tanah sehingga debit sejumlah mata air tetap stabil meski curah hujan mulai berkurang.

Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Cisarua tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap wilayah yang selama ini dikenal rawan mengalami kekeringan, seperti Desa Kopo dan Desa Citeko. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, sumber air di kedua desa tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Baca juga  KemenPUPR Batal Lebarkan Jalan Puncak Pada Tahun Ini

“Wilayah yang biasanya menjadi perhatian saat musim kemarau terus kami pantau. Alhamdulillah, sampai sekarang debit air di sejumlah mata air masih mencukupi,” katanya.

Heri mengungkapkan, pengalaman pada musim kemarau tahun lalu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Saat itu, beberapa wilayah sempat mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Menurut dia, kondisi tersebut kemudian diantisipasi melalui optimalisasi mata air, perbaikan jaringan distribusi, serta pembukaan akses menuju sumber air baru sehingga dampaknya dapat diminimalkan.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana pada musim kemarau, Pemerintah Kecamatan Cisarua juga menggelar rapat koordinasi bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan apabila terjadi bencana akibat cuaca ekstrem, termasuk kekeringan maupun kebakaran lahan.

Baca juga  Boling di Tamansari, Plt Bupati Bogor Pastikan Samisade Cair dalam Waktu Dekat

Heri mengatakan sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan pemerintah kecamatan, sejumlah lokasi yang sebelumnya dinilai rawan mulai menunjukkan perbaikan kondisi lingkungan. Selain itu, pada tahun ini Kecamatan Cisarua tidak lagi tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor mengenai wilayah rawan kekeringan.

“Program penanaman pohon memberikan manfaat yang nyata. Selain menjaga kelestarian lingkungan, upaya tersebut juga membantu mempertahankan ketersediaan air. Hingga saat ini belum ada kejadian kekeringan, banjir, maupun longsor seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.[] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top