Bupati Bogor saat memantau arus lalu lintas di kawasan Gadog, Minggu (9/6/2019)

Bupati Bogor Minta Pemerintah Pusat Tuntaskan Jalur Puncak 2

BOGOR-KITA.com – Bupati Bogor Ade Yasin melakukan kunjungan langsung di daerah Gadog untuk memantau arus lalu lintas di jalur Puncak, Minggu (9/6/2019). Saat diwawancarai awak media, Ade Yasin mengatakan sudah mencari solusi untuk mengurai kepadatan yang kerap terjadi di kawasan Puncak dengan mendorong pemerintah pusat membangun Jalur Puncak 2, atau yang juga dikenal dengan Jalan Poros Tengah Timur.

Dalam catatan BOGOR-KITA.com, Jalur Puncak 2 sudah dirintis sekitar lima tahun lalu. Lahan sepanjang sekitar 34 kilometer dari Sentul City Kabupaten Bogor sampai mendekati Istana Cipanas di Canjur, sudah tersedia, tinggal menuntaskan dengan pengaspalan atau sejenisnya. Taksiran kasar, untuk menuntaskan pembangunan jalan ini dibutuhkan dana sekitar Rp1,2 triliun lagi.

“Saya akan terus mengawal dan mendorong pemerintah pusat untuk meneruskan proyek ini. Agar kemacetan di kawasan Puncak bisa teratasi,” kata Ade Yasin.

Libur lebaran sejumlah tempat wisata ramai dikunjungi warga, salah satunya kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Banyaknya kendaraan yang melewati jalur Puncak menyebabkan kepadatan kendaraan yang cukup pajang. Meski sudah diberlakukan sistem buka tutup jalan seperti biasanya, kepadatan kendaraan saat musim liburan tidak terhindarkan.

Jalur Puncak 2 atau Jalan Poros Tengah Timur merupakan solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di jalur Puncak. Jalan alternatif sepanjang 34 kilometer ini bisa membuka jalur pariwisata baru dan mendorong perekonomian di wilayah Kabupaten Bogor bagian timur. Nantinya kendaraan yang akan mengarah ke Cianjur dan Bandung bisa terhindar dari kemacetan karena langsung melewati Jalur Puncak 2 tanpa harus melalui jalur Puncak yang macet.

Proyek jalur puncak II belum juga terealisasi. Sempat berjalan pada tahun 2014,  namun proyek ini mangkrak hingga saat ini. Mengingat beberapa kali sempat terjadi longsor di kawasan Puncak, jalur utama puncak menjadi sangat terbatas dalam segi menampung kendaraan. Pemerintah Kabupaten Bogor pun akan terus mengawal dan mendorong pemerintah pusat untuk meneruskan proyek jalur poros Tengah Timur, agar kemacetan di kawasan puncak bisa segera teratasi. [] Sri Mulyawati



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *