Macet Parah Di Puncak Bawa Berkah Bagi Pedagang
BOGOR-KITA.com, CISARUA – Pedagang kecil di kawasan Puncak kebanjiran rejeki akibat macet yang terjadi selama libur sekolah.
Salah satunya Yogi, pedagang cilok yang berjualan di sekitar Pasar Cisarua, tepatnya di bawah Pafesta. Ia mengaku selama beberapa hari terakhir dagangannya selalu habis terjual akibat banyaknya wisatawan yang berhenti saat terjebak kemacetan.
“Alhamdulillah kalau macet seperti sekarang, dagangan saya selalu habis,” ujar Yogi, Selasa (7/7/2026).
Ia mengatakan, sebelum memasuki musim liburan, dirinya kerap membawa pulang sisa dagangan karena tidak habis terjual dari pagi hingga sore. Namun, kondisi tersebut berubah sejak arus wisata menuju Puncak meningkat.
“Biasanya masih ada sisa saat pulang. Sekarang selama libur sekolah dagangan habis terus,” katanya.
Hal serupa dirasakan Dadang, penjual cuanki yang berjualan di lokasi yang sama. Menurutnya, lonjakan pembeli membuat dagangannya habis lebih cepat dibanding hari biasa.
“Pembelinya kebanyakan wisatawan yang terjebak macet. Mereka sengaja menepi untuk membeli makanan,” ungkap Dadang.
Peningkatan jumlah pelanggan juga dirasakan Oki, pemilik kantin di Hotel Accram. Ia menyebut kantinnya selalu dipenuhi pengunjung sejak pagi hingga sore selama musim liburan.
“Alhamdulillah ramai terus. Banyak yang mampir makan dan minum,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cisarua Heri Risnandar membenarkan bahwa kemacetan selama libur sekolah memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro yang berada di sepanjang jalur wisata maupun jalur alternatif menuju kawasan Puncak.
Menurutnya, sejumlah ruas jalan alternatif yang biasanya lengang kini dipadati kendaraan hingga mengalami kemacetan total. Kondisi tersebut dimanfaatkan pedagang untuk meningkatkan penjualan.
“Macet memang menjadi persoalan bagi pengguna jalan, tetapi di sisi lain kondisi ini membawa berkah bagi pedagang kecil. Banyak pelaku usaha yang pendapatannya meningkat karena ramainya wisatawan,” kata Heri.
Ia berharap kondisi tersebut tetap diimbangi dengan upaya pengaturan lalu lintas yang optimal, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.[] Danu
