Bupati Bogor Ade Yasin angkat bicara di Forum Rakornas yang dihadiri sekitar 3.000 pejabat mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, Bupati dan Walikota dari seluruh Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (13/11/2019).

Ade Yasin Angkat Bicara di Forum Rakornas, Minta PUPR Bangun Jalur Puncak II

BOGOR-KITA.com, BABAKANMADANG – Bupati Bogor Ade Yasin tidak menyia-nyiakan forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dihadiri sekitar 3.000 pejabat mulai dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, Bupati dan Walikota dari seluruh Indonesaia di Sentul International Convention Center (SICC), Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (13/11/2019).

Pada panel membahas infrastruktur yang menampilkan sejumlah menteri sebagai panelis, Bupati Bogor Ade Yasin berdiri dan angkat bicara.

Ade Yasin mengangkat isu Jalur Poros Tengah Timur atau Jalur Puncak II.

Jalur Puncak II ini sudah dirintis lama sejak Bupati Rachmat Yasin tahun 2008 – 2013. Jalur ini berawal dari Sentul sampai Cianjur sepanjang lebih 40 kilometer. Lahan untuk Jalur Puncak II sudah ada, diperoleh dari hibah, bahkan sudah pernah memperoleh kucuran dana dari pemerintah pusat, namun sampai sekarang masih belum tuntas.

Pemerintah Kabupaten Bogor memperkirakan untuk menuntaskan Jalur Puncak II yang membuka akses pintas dari Sentul ke Bekasi dan Cianjur ini diperlukan dana sekitar 1,2 triliun lagi.

Jika jalur ini tuntas dibangun, tidak saja menghidupkan objek wisata yang bertebaran di sepanjang jalan, juga makin menghidupkan berbagai bisnis. Yang tidak kurang pentingnya, penuntasan Jalur Puncak II akan menghidupkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bogor bagian timur.

Dalam forum Rakornas tersebut Ade Yasin meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun Jalur Poros Tengah Timur atau Jalur Puncak II.

Ade yasin juga mengaitkan Jalur Puncak Dua ini dengan kondisi lalulintas di Jalan Raya Puncak yang sudah overload, sehingga dilakukan rekayasa one way yang merugikan masyarakat di sekitar kawasan Puncak.

“Pada intinya masyarakat Kabupaten Bogor sudah jenuh dengan penerapan one way di kawasan Puncak. Kami sudah membuat rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi 2-1. Namun belum juga efektif. Hal ini karena volume kendaraan tidak sebanding dengan badan jalan yang sempit,” kata Ade Yasin.

Ade Yasin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah menyiapkan lahan sepanjang 46 kilometer untuk Jalur Puncak II, mulai dari Kawasan Sentul hingga Cianjur.

Lebih lanjut Ade Yasin mengatakan Pemkab  Bogor sudah melakukan kajian soal pembangunan Jalur Puncak II tersebut.

Menurut Ketua PPP Jawa Barat ini, apabila dibangun Jalur Puncak II, aksesibiltas masyarakat akan sangat terbantu yang berujung pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Gayung besambut, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo mengatakan pihaknya siap membantu pembangungan Jalur Puncak Dua tersebut.

“Kendala pembangunan kita adalah soal lahan. Kalau Bupati Bogor sudah membebaskan lahan maka kita bisa progres itu untuk membantu mengatasi kemacetan di Bogor,” kata John seperti dikutip dari detik.com.

Saat ujicoba kanalisasi 2:1 di kawasan Puncak, 27 Oktober 2019, yang dihadiri Bupati Bogor dan sejumlah pejabat dari Jakarta, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi pesimis kanalisasi 2:1. Menurutnya, solusi macet di jalur Puncak adalah membangun Jalan Puncak II atau Jalur Poros Tengah Timur. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *