Kab. Bogor

Bunda Rina: Kurban Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Momentum Berbagi untuk Sesama

BOGOR-KITA.com, SENTUL – Direktur Event Organizer Poeri Enterprise, Hj. Rina Dianatri Rafions, melaksanakan pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kampung Pasir Ipis, RW 01, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (27/5/2026).

Pemotongan satu ekor sapi dilakukan di halaman Mushola Al-Ikhlas dan dagingnya dibagikan kepada 306 kepala keluarga (KK). Total sebanyak 434 bungkus daging kurban disalurkan kepada warga dan panitia.

Hj. Rina mengatakan, kegiatan kurban yang rutin dilakukan setiap tahun tersebut merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian sosial kepada sesama.

“Ini hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bentuk ketakwaan kita kepada Allah, yang mana bisa berbuat baik juga kepada manusia dengan cara berkurban,” ujar wanita yang akrab disapa Bunda Rina ini.

Baca juga  Ahli IPB University Ulas Syarat Ibadah Kurban di Saat Pandemi

Menurutnya, ibadah kurban bukan hanya tentang ibadah pribadi, melainkan juga tentang berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

“Bukan hanya ibadah untuk diri kita sendiri, tapi lebih dominan kepada berbaginya. Kadang memang ditunggu-tunggu setiap tahun. Alhamdulillah sudah waktunya kurban, kita harus bisa berbagi lagi,” katanya.

Bunda Rina mengaku, makna ibadah kurban yang ia rasakan setiap tahun semakin mendalam. Ia menyebut semangat berbagi dalam kurban memiliki rasa kebahagiaan yang terus ingin diulang.

“Semakin tahun semakin dalam. Ibadah kurban itu kan bersamaan dengan ibadah haji. Ada rasa yang setiap berbagi itu seperti orang naik haji, ingin lagi, ingin lagi. Kurban juga seperti itu, pengen terus berbagi,” ungkapnya.

Baca juga  OPINI: Jalan Buntu Pegiat Literasi dan Taman Bacaan?

Selain kegiatan sosial, Bunda Rina juga aktif mengembangkan pendidikan agama melalui TPQ Al-Ikhlas yang berada di lingkungan Mushola Al-Ikhlas, yang ia bangun secara pribadi untuk anak-anak sekitar.

“Mushola ini memang saya bangun sendiri, tujuannya supaya anak-anak daripada bermain gadget lebih baik memperdalam ilmu agama,” katanya.

Saat ini, kata Bunda Rina, TPQ Al-Ikhlas memiliki sekitar 100 santri tanpa dipungut biaya. Program pendidikan tersebut telah berjalan hingga sembilan angkatan dengan lima kelas belajar.

“Semua gratis. Buku-buku kita siapkan, seragam juga ada, dan guru-gurunya standar S1. Guru-gurunya juga saya yang bayar setiap bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, TPQ Al-Ikhlas memiliki kurikulum yang setara dengan lembaga pendidikan agama berbayar, termasuk kegiatan marawis dan pembelajaran ilmu agama secara menyeluruh.

Baca juga  Ini Syarat Gelar Salat Idul Adha di Lapangan dan Masjid di Kota Bogor

“Walaupun mereka sekolah formal pagi hari, siangnya tetap semangat belajar agama di sini. Saya lihat nilai agama mereka rata-rata bagus, banyak yang sampai sembilan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan sosial dan pendidikan yang dijalankannya dapat menjadi bekal dunia dan akhirat.

“Kalau hanya mengejar dunia saja itu rugi. Alhamdulillah, dunia dapat, akhirat juga dapat. Itu yang menjadi target saya selama ini,” pungkasnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top