Diskusi pendidikan dengan stakeholder se-Kota Bogor Sabtu (30/5/2020)

75 PDP Corona di Kota Bogor Rentang Usia Sekolah

BOGOR-KITA.com, BOGOR –  Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno memaparkan, di Kota Bogor terdapat sejumlah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada golongan usia anak hingga remaja.

“Memang pada kasus Kota Bogor itu kelompok umur yang paling banyak itu 45 tahun ke atas. Tapi bukan berarti kasus terhadap anak tidak ada. Bahkan kita ada kasus konfirmasi positif ada empat kasus, tiga kasus diantaranya usia 6-18 tahun dan satu kasus balita usia 3 tahun,” jelasnya pada kegiatan diskusi pendidikan, Sabtu (30/5/2020).

“Tapi PDP cukup banyak. Kita data sampai per hari ini yang usia kurang dari 5 tahun itu 47 kasus, sedangkan antara 6-19 tahun itu 28 kasus. Jadi, total PDP di Kota Bogor pada rentang usia sekolah atau di bawah 19 tahun itu ada 75 kasus. Yang ODP, kita dapatkan dari hasil tracing. Ketika ada pasien positif konfirmasi, kemudian kita tracing siapa saja yang berkontak, mungkin saja dari orang tuanya atau yang serumah, yang rentang usia kurang dari  5 tahun itu ada 65 orang. Kemudian rentang usia antara 6-19 tahun ada 148 orang,” beber Retno.

Ia meminta, dengan adanya angka tersebut, menjadi perhatian dan bahan masukan terhadap dunia pendidikan dalam menyusun sebuah kebijakan, dalam hal ini terkait aktivasi sekolah.

“Apakah nanti betul-betul anak-anak ini patuh pada protokol kesehatan? Apakah betul-betul anak usia sekolah SD, patuh memakai masker, physical distancing. Meski di dalam kelas bisa saja patuh, tapi ketika keluar kelas, bermain dengan temannya, Nah itu juga perlu dipikirkan,” katanya.

Retno juga menyebut, kondisi per hari ini menunjukan kasus Covid-19 di Kota Bogor kian melandai. Hal tersebut ditunjukan dari tren tujuh hari terakhir yang tidak ada penambahan kasus positif. “Mudah-mudahan ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana kita menjaga supaya tidak terjadi lonjakan kasus,” pungkasnya.

Diskusi tersebut dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia, psikolog, Ketua Dewan Pendidikan, Komite Sekolah, beberapa kepala sekolah, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan stakeholder lainnya. []Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *