Kota-Bogor, Kota-Nyaman, libatkan-masyarakat

Wujudkan Kota Bogor Kota Nyaman Harus Melibatkan Masyarakat  

BOGOR-KITA.com – Mewujudkan Kota Bogor sebagai kota yang nyaman tidak bisa dilakukan oleh seorang wali kota, camat, lurah atau hanya pemerintah saja. Tetapi akan terwujud ketika masyarakat terlibat didalamnya. Selain itu, pemerintah yang bagus itu mampu memotivasi, merekrut dan berkolaborasi dengan masyarakat dalam rangka menyelesaikan permasalahannya.

Hal itu diungkapkan Plh. Wali Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat saat membuka Pertemuan Multipihak Ngariung Warga Kujang Geulis di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (12/04/2019).

Pemerintah menyadari ketika ingin menjadikan Kota Bogor menjadi bersih banyak permasalahan yang harus diatasi. Bukan sekedar sampah yang ada di kali atau sekedar limbah yang juga mengalir ke sungai. Namun pemahaman yang sangat signifikan dalam perubahan itu, yakni perubahan sikap dan perilaku dari masyarakat. Apapun regulasi yang dibuat ketika masyarakat belum mau maka belum bisa.

“Kami suka dan mengapresiasi kegiatan pagelaran kujang geulis ini. Muncul dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. Kalau saja seluruh lintas sektoral, Kelurahan dan semua tempat mempunyai sikap kujang geulis, maka kami pikir permasalahan ini segera tuntas,” sebut Ade.

Oleh karena itu, mudah-mudahan kegiatan yang diimplementasikan lewat tulisan dan bentuk karya ini juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau sekarang mungkin baru beberapa orang yang memiliki sikap, ingin, paham, sekaligus juga berbuat dengan prinsip kujang geulis, kami ingin besok lusa dapat mengajak yang lain. Karena ini juga akan mempercepat penuntasan kaitannya dengan lingkungan yang bersih di Kota Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, staf IUWASH Agustinus mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah inisiatif dari masyarakat. Mereka sudah melakukan banyak upaya mulai dari pemetaan sosial dan lain-lain untuk merubah perilaku di tingkat masyarakat.

Tujuan acara ini adalah untuk menceritakan kepada stakeholder dan berbagai pihak yang ada di jajaran Kota Bogor dan juga pihak swasta bahwa selama ini belum ada keterhubungan yang begitu signifikan antar pemerintah dengan masyarakat, baik itu program-program maupun upaya masyarakat. Untuk itu masyarakat berinisiatif mengangkat kegiatan ini agar bisa disampaikan kepada pemerintah. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini akan diperluas dan diperbanyak.

“Ini yang pertama untuk menghubungkan dulu dan selanjutnya adalah adanya kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat supaya lebih sinergi. Jadi, ada tiga kelurahan yang merupakan representasi awal,” katanya. [] Admin/Humas Pemkot Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *