Kab. Bogor

Warga Kelurahan Cisarua Cemas Tinggal di Bawah Tebing Rawan Longsor, Minta BPBD Bertindak

Warga Kampung Anyar RT 02 RW 03 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor
Warga Kampung Anyar RT 02 RW 03 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor tinggal di daerah rawan longsor

BOGOR-KITA.com, CISARUA – Warga Kampung Anyar RT 02 RW 03 Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku cemas dengan kondisi tebingan yang rawan longsor di daerah mereka.

Tebing setinggi 6 meter dengan panjang 15 meter ini sebelumnya pernah longsor dan belum ditangani secara permanen. Akibatnya, kondisi tanah yang masih labil berpotensi longsor di saat wilayah ini diguyur hujan

Ketua RW 03 Kelurahan Cisarua, Ayandi membenarkan tebingan tersebut rawan longsor. Sebab, Pasca bencana longsor beberapa waktu lalu hanya ditangani warga seadanya.

“Itu juga dapat bantuan bronjong dari UPT Infrastruktur Irigasi Ciawi, tapi secara keseluruhan belum, karena terkendala anggaran,” ujar Ayandi kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Baca juga  Usai Pandemi, Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Al-Hurriyyah IPB University Kembali Digalakkan

Lanjut dia, Kelurahan Cisarua sempat menganggarkan pembangunan TPT pada tebingan tersebut. Namun, anggaran harus digeser pada penanganan Covid-19.

“Mungkin nanti di perubahan akan coba diajukan,” ungkapnya.

Meski demikian, Ayandi berharap dinas terkait atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bisa lebih dulu menangani tebingan tersebut mengingat saat ini akan memasuki musim hujan.

“Dan beberapa hari ini hujan sering turun dengan intensitas tinggi, ini kan khawatir,” ucapnya.

Bahkan, penghuni rumah yang berada di bawah tebingan mengaku pernah kemasukan air dari rembesan tanah tebingan.

“Kita sempat cek ke lokasi, emang benar air sempat masuk ke rumah yang ada di bawah tebingan,” bebernya.

Baca juga  Ade Yasin Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila

Ia khawatir jika tidak ditangani dengan cepat akan mengakibatkan longsor lagi.

Sementara, Lurah Cisarua, Heru Hendrawan menjelaskan, pembangunan turap rencananya akan dilaksanakan tahun ini. Namun, karena ada pergeseran anggaran akhirnya penanganan tebingan di Kampung Anyar tersebut harus tertunda.

“Padahal ini memang urgent dan harus ditangani cepat, tapi kami terkendala anggaran,” ucap Heru.

Ia juga meminta agar ada penanganan cepat dari Pemkab Bogor agar tidak terjadi adanya bencana longsor.

“Mudah-mudahan tebingan itu bisa ditangani cepat oleh Pemkab khususnya dinas terkait,” tandasnya. [] Danu

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top