Mantan Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman

Usmar: Bukan Potong Gaji, Tapi Gunakan APBD Tangani Corona

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Mantan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman angkat bicara mengenai pemotongan gaji ASN untuk penanganan Corona. Menurut Usmar,akan lebih pas jika pemerintah menggunakan APBD masing-masing dalam menangani pandemik Corona.

“Kaitan maraknya potong sana potong sini ASN dan legislator, rasanya hanya sebatas kepedulian, mereka pun dan dalam kondisi yang sama-sama harus mengantisipasi kebutuhan entah sampai kapan, seminggu, sebulan bahkan mungkin lebih, maka kurang pas kalau itu dijadikan solusi kesiapan anggaran, sekali lagi kurang setuju,” kata Usmar kepada BOGOR-KITA.com, Rabu (1/4/2020).

Usmar mengatakan hal yang justru bisa menanggulangi pandemic Corona adalah APBD masing-masing provinsi dan daerah.

“Hampir semua kan sudah ditetapkan dan di dalamnya termaktub besaran-besaran anggaran dan pembiayaan-pembiayaan dalam upaya menjalankan program , yang besarnya tentu lebih dari cukup apabila hanya dibandingkan potong gaji ASN dan seluruh legislator, kalau legislator biarkanlah pendapatannya mereka berdayakan untuk dapilnya masing-masing,” kata Usmar,   

Usmar menjelaskan, ada mata anggaran BTT dan Anggaran Bencana , ini saja tinggal dikonversi dengan mengubah atau merevisi peraturan dan atau penjabaran APBD masing-masing , itu dulu diserap dan digunakan.  Selebihnya bisa saja sepakati dengan DPRD untuk menunda proyek-proyek fisik yang tidak menyentuh masyarakat secara langsung, ditunda ke tahun yang akan datang dan atau digeser di perubahan dan juga bisa menunda anggaran-anggaran perjalanan dinas dalam dan luar negeri,  kalaulah semua dikumpulkan maka nilainya cukup besar dan sangat mudah dipergunakan, tentu aspek kehati hatian juga dibutuhkan, maka akan lebih kuat apabila Mendagri atas nama Presiden, segera mengeluarkan tata peraturan penggunaan anggaran dimaksud untuk Corona.

“Jadi kalau ini yang dilakukan  artinya pemerintah benar bernar hadir dan bekerja untuk masyarakat. Dan untuk 3 atau 6 bulan ke depan , maka sebagian proyek-proyek fisik digeser menjadi proyek-proyek padat karya, untuk memback up para putus kerja atau yang terdampak langsung karena sisi ekonomi melemah bahkan ambruk,”pungkasnya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan memotong gaji ASN se- Jabar untuk penanganan Corona termasuk gaji gubernur dan wakil gubernur. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *