Kab. Bogor

Tempat Healing Baru di Bogor, Puncak Ajip: Bisa Ngopi sambil Edukasi Lingkungan

puncak ajip

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Ada tempat baru untuk ‘healing’ atau rekreasi di Kawasan Puncak Kabupaten Bogor, namanya Puncak Ajip.

Puncak Ajip berada di Kampung Naringgul, Rt 002/017, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Puncak Ajip hadir menjadi salah satu pelopor lokasi wisata alam dengan konsep yang mengedepankan edukasi ke pengunjung dan peduli akan lingkungan sekitar.

Hari ini, Puncak Ajip menggelar soft opening sekaligus melakukan santunan terhadap 100 anak yatim.

Direktur Utama PT Banyu Agung Perkasa, yang juga owner Puncak Ajip, Sandi Adam mengatakan soft opening ini merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi dengan masyarakat dan pengurus-pengurus di wilayah mulai dari RT, RW, desa, kecamatan, dinas lingkungan hidup dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor untuk bergerak bersama peduli akan lingkungan.

“Kita punya kesamaan misi untuk bergerak bersama. Nah, kita ingin mengedukasi ke masyarakat bagaimana cara memilah sampah dan menanam pohon,” katanya, Jumat (12/5/2023).

Baca juga  Sekda Burhan Ingin Generasi Muda Maknai Hari Pahlawan Dengan Karya

Menurutnya tujuan dibangun Puncak Ajip ini ingin menambahkan bahwa ketika berwisata tidak hanya rekreasi saja, namun harus juga peduli terhadap lingkungan.

“Jangan sampai areal wisata menimbulkan sampah yang tidak terkelola dengan baik, apa lagi misalnya banyak areal wisata yang harus merusak lingkungan, atau areal yang sudah bagus untuk konservasi karena kepentingan pariwisata akhirnya dieksploitasi,” katanya.

Dirinya berharap dengan adanya Puncak Ajip ini bisa tetap mempertahankan ekosistem dari sisi lingkungan dan penghijauan tetap terjaga.

“Saya ingin membentuk green life style, dimana rekreasi dengan kegiatan ngopi di Puncak Ajip namun ada edukasi yang bisa didapat,” katanya.

Lalu ada apa saja di Puncak Ajip? Sandi mengatakan, selain kafe di sini ada kegiatan pembibitan melalui bank pohon. Ada juga kegiatan tumpangsari dimana melakukan penanaman sayur di bawah pohon keras.

Baca juga  4 Camat jadi Kandidat Kepala Dinas Pemkab Bogor

Tak hanya itu, ada pembibitan ikan di kolam yang langsung bersumber dari mata air langsung dan semua itu menggunakan organik.

“Kita masih melakukan pengembangan di lahan ini, rencananya ada kegiatan kemping ground,” katanya.

Ia mengatakan kalau berbicara mengajak masyarakat untuk peduli, secara langsung agak berat, namun lewat pendekatan wisata bisa lebih efektif.

Terkait luasan, saat ini dikembangkan secara kontek kerjasama ada 11,26 hektar. Namun, untuk puncak ajip ada kurang lebih 2 hektar.

“Bagi wisatawan yang ingin datang, saat ini ada paket promo, dengan hanya membayar Rp 25.000 per pax nya mendapatkan gratis pohon dan free parking,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas pariwisata Kabupaten Bogor Deni Humaidi, mengatakan sangat mendukung upaya-upaya pariwisata seperti ini yang peduli lingkungannya dan lebih besar dalam rangka edukasi.

Baca juga  Corona Kabupaten Bogor: Sembuh 55, Meninggal Nihil, Jasinga Tak Lagi Merah

“Pesan saya kepada kegiatan-kegiatan seperti ini atau khususnya di wisata alam, baik itu di tanah perkebunan, taman nasional dan perhutani, hendaknya memperhatikan KERR artinya konservasinya wajib terjaga, adanya edukasi baik masyarakat sekitarnya maupun pengunjung, ada rekreasinya dan dimungkinkan adanya riset,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Penyelamat Hutan Organik, Rosita menambahkan Puncak Ajip merupakan anak dari Hutan Organik yang memiliki konsep sama untuk melestarikan dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

“Di sini mereka tidak hanya ngopi saja, tapi harus menanam dan ikut memperbaiki serta menjaga lingkungan,” katanya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top