Syahrul Yasin Limpo Minta Optimalkan Tugas Karantina Pertanian

BOGOR-KITA.com, SENTUL – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengajak jajarannya di Badan Karantina Pertanian (Barantan) untuk mengoptimalkan tugasnya. Hal itu dikarenakan target meningkatkan ekspor produk pertanian dan turunannya sebanyak tiga kali lipat dalam kurun waktu hingga 2024.

“Kawal proses bisnis ekspor pertanian, Saudara yang berada di garda terdepan. Ambil peran, koordinasikan dengan dinas terkait dan stake holder lain. Pastikan juga produk kita memenuhi persyaratan pasar ekspor, ” ucap Pria yang biasa disebut SYL ini saat memberikan arahan pada rapat kerja nasional Barantan di Sentul, Kabupaten Bogor (28/1/2020).

Menurut SYL, petugas karantina mengemban tugas yang berat dari negara, menjadi bagian pertahanan negara dalam melindungi sumber daya pertanian Indonesia. “Harus ada perubahan sistem, agar pengawasan yang dilakukan karantina pertanian makin optimal,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya dalam waktu lima tahun ke depan Kementan mentargetkan adanya lompatan program yang akan berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas. Diantaranya peningkatan produksi komoditas utama sebanyak 7% per tahun, Gerakan ekspor tiga kali lipat (GRATIEKS), Pemanfaatan KUR Rp. 50 triliun per tahun, Tumbuhnya 7.879 unit UMKM dan Tumbuhnya petani mikenial berjiwa entrepreneur 500.000 pemuda per tahun.

Barantan juga akan meningkatkan sinergisitas dengan seluruh komponen dalam menjalankan tugasnya, baik tingkat Kementerian maupun lembaga serta stake holder terkait guna efisiensi dan efektifitas program, baik pengawasan dan pengendalian impor serta meningkatkan ekspor.

“Di tahun 2020, kami akan berkeliling ke 10 negara di Eropa untuk mempromosikan teh dan kopi kita, ‘one day free coffee and chocolate’. Potensi pasar kita besar disana, ayo kita promosikan,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Barantan, Ali Jamil menuturkan bahwa dalam rakernas kali ini pihaknya akan menetapkan langkah strategis Barantan dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Sejalan dengan arahan Mentan, kedepan Barantan akan diperkuat dengan sistem dan informasi teknologi, ilmu pengetahuan yang mumpuni, petugas karantina di lapangan harus dibekali peralatan yang mampu mendukung fungsi pengawasan hama penyakit serta mendorong ekspor.

“Langkah kebijakan strategis dalam mendukung GRATIEKS yaitu dengan mendorong tumbuhnya eksportir baru, menambah ragam komoditas pertanian, meningkatkan frekuensi pengiriman, menambah negara mitra dagang dan meningkatkan volume ekspor, akan menjadi landasan strategis kedepan,” jelasnya [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *