Kota Bogor

Survei Terbaru, 93% Mahasiswa dan Alumni S1 Setuju Skripsi Tidak Wajib

Oleh: Syarifudin Yunus, Dosen FBS Universitas Indraprasta PGRI

BOGOR-KITA.com, BOGOR -Sebagai pembuktian atas kebijakan baru Permendikbudristek No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi terkait dengan skripsi tidak lagi jadi syarat wajib kelulusan meraih sarjana S1. Untuk lulus S1, mahasiswa diberikan tugas akhir yang tidak harus skripsi, tapi bisa berbentuk prototipe, proyek, maupun bentuk sejenis lainnya.

Saya pun melalukan survei singkat kepada 50 mahasiswa semester 7 dan alumni S1 yang lulus dalam 3 tahun terakhir secara daring. Saat ditanya, sebagai mahasiswa S1 atau alumni S1, apakah Anda setuju skripsi tidak lagi jadi syarat kelulusan atau menjadi sarjana? Maka jawabnya, 93% setuju skripsi tidak lagi jadi syarat wajib kelulusan, hanya 7% yang menjawab tidak setuju.

Baca juga  Dompet Dhuafa Tebar Ribuan Paket Berbuka Puasa Dari Pelanggan Indihome ke Seluruh Wilayah Indonesia

Menurut partisipan survei ini, skripsi hanya bersifat formalitas untuk mencapai gelar sarjana, bukan merupakan cerminan idealisme disiplin ilmu yang dipelajarinya. Bahkan ada yang yang menyebut skripsi malah jadi beban. Karena bagi mahasiswa yang tidak memiliki kemampuan menulis ilmiah, skripsi bisa jadi penyebab stress dan frustrasi, Hingga akkhirnya tidak menutup kemungkinan akhirnya skripsi disusun alakadarnya atau plagiasi. Tanpa implikasi terhadap dunia kerja atau praktik di masyarakat yang signifikan.

Memang benar, kebijakan skripsi tidak lagi wajib jadi syarat kelulusan S1 sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi, masing-masing fakultas, masing-masing prodi (program studi). Namun langkah antisipasi patut dilakukan, untuk mereformasi tata cara penyelesaian studi yang tidak hanya bertumpu pada skripsi. Karena survei membuktikan, 93% mahasiswa atau alumni S1 setuju skripsi tidak lagi jadi syarat kelulusan S1.

Baca juga  Sekda : Anggaran Harus Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat

Maka perguruan tinggi patut menindaklanjutinya. Agar terjadi dinamika ilmiah dan tradisi akdemik baru di kalangan kampus. Sebagai bukti dari “merdeka belajar” sekaligus menyingkrikan “teori di atas kertas” menjadi “kiprah nyata di lapangan”. Salam merdeka belajar!

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top