Regional

Sekat Bakar untuk Antisipasi Kebakaran Hutan Gunung Ciremai

BOGOR-KITA.com, MAJALENGKA – Memasuki musim kemarau, pengelola Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menyiapkan langkah preventif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu upaya antisipasi yang dilakukan adalah dengan membuat sekat-sekat bakar di lereng gunung yang berada di Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Selain itu, pihak pengelola juga menyiapkan penjagaan personel.

“Kami sudah menyiapkan penjagaan dari Mitra Pengelola Gunung Ciremai (MPGC) dan menambah personel dari warga setempat sebanyak 35 orang untuk membantu jika terjadi kebakaran,” jelas salah seorang Mitra Pengelola Gunung Ciremai, Hindi Ruswandi, Selasa (1/9/2020).

Sekat bakar yang ditempatkan di zona rawan kebakaran merupakan langkah pencegahan dini jika terjadi karhutla dan berfungsi untuk memutus api sehingga tidak semakin meluas.

Menurut Hindi, ada dua faktor yang dapat menyebabkan kebakaran. Pertama, faktor kelalaian pengunjung, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau sisa api unggun. Kedua, faktor alam, seperti musim kemarau.

“Kebakaran besar tahun lalu itu setelah dicek langsung ternyata bukan karena faktor kelalaian pengunjung, sebab kami lihat di puncak belum ada pendaki. Kemungkinan karena faktor alam,” ujar Hindi.

Tahun lalu, Gunung Ciremai sempat dilanda kebakaran besar yang menghanguskan kurang lebih 300 hektar lahan. Lokasi kebakaran meliputi Apuy, Majalengka hingga Linggarjati, Kuningan. Akibat kejadian tersebut, jalur pendakian sempat ditutup selama tiga bulan.

Baca juga  Wagub Jabar Paparkan Empat Indikator Pembangunan Batiniah

Meski sudah melakukan upaya pencegahan dengan membuat sekat bakar dan penjagaan personel, pihak pengelola kawasan TNGC berharap tahun ini kebakaran hutan tidak terjadi, baik karena faktor manusia maupun faktor alam. [] Baihaqi

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 − 66 =

Terpopuler

To Top