Gubernur Jabar Ridwan Kami, saat menerima donasi untuk penanganan covid-19 dari puluhan perusahaan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/2020).

Puluhan Perusahaan Berdonasi Tangani Covid-19 ke Pemprov Jabar

BOGOR-KITA.com, BANDUNG – Puluhan persusahaan menyampaikan donasi untuk penanganan covid-19 di Jawa Barat (jabar). Donasi itu diterima oleh Gubernur Jabar Ridwan Kami, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/4/2020).

Puluhan perusahaan itu adalah PT Astrazeneca Indonesia yang menyumbang 10 ribu masker.

PT Argo Manunggal (50 ribu masker non medis).

Majelis Buddhayana Indonesia (43 APD, 10 liter disinfektan, dan 500 masker kain).

PT CREC China Railway Group Limited (ribuan alat kesehatan dan pencegahan Covid-19, seperti masker N-95, ratusan liter disinfektan, dan lainnya), serta DPD APJI Jabar dan Yayasan Nike Ardilla (1.000 nasi bungkus untuk masyarakat Jabar terdampak COVID-19).

Selain itu, gabungan 13 BUMN di Jabar yaitu Jasa Marga, Telkom, Jasa Raharja, Bank Mandiri, Pos Indonesia, Jamkrindo, Kimia Farma Jabar, Jasa Tirta II, Askrindo, BNI, BRI, Pegadaian Kanwil Bandung, dan Jasindo Bandung turut menyumbangkan bantuan alat kesehatan dan pencegahan COVID-19, seperti ribuan APD, masker medis, masker kain, ratusan liter disinfektan, dan hand sanitizer.

Baca juga  Tinjau Jalan Amblas Dandim 0617/ Majalengka Imbau Masyarakat Waspada Bencana

Kang Emil kemudian menyerahkan bantuan untuk pencegahan COVID-19, seperti hand sanitizer dan disinfektan beserta alat penyemprotnya kepada organisasi kepemudaan antara lain KNPI Jabar, Kwarda Pramuka Jabar, dan komunitas motor yang ada di Jabar, seperti XTC, Moonraker, GBR, dan Brigez. 

“Diharapkan melalui bantuan tersebut bisa mencegah penyebaran COVID-19 di komunitas dan lingkungan masyarakat sekitarnya,” ucap Kang Emil dilansir dari Humas pemprov Jabar.

Selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Kang Emil berterima kasih atas bantuan-bantuan tersebut.

“Terimakasih atas perhatian dan kebaikannya kepada Jawa Barat. Hanya dengan kapasitas (anggaran Pemerintah Daerah Provinsi Jabar) yang terbatas, kami tidak mungkin bisa memberikan kualitas bantuan yang maksimal. Kecuali dibantu oleh semua pihak yang bersimpati terhadap situasi ini,” ucap Kang Emil. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *