Kota Bogor

PGRI Kota Bogor Minta Guru Divaksinasi Sebelum Belajar Tatap Muka

PGRI Kota Bogor, saat menghadiri kunjungan spesifik Bidang Pendidikan Komisi X DPR RI di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Selasa (8/12/2020).

BOGOR-KITA.com, BOGOR –   Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor menyarankan kepada pemerintah agar para guru terlebih dahulu divaksinasi covid-19 sebelum pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah digelar.

“Kami berharap, sebelum pembelajaran tatap muka, guru divaksin dulu. Jadi, jangan terburu-buru karena guru belum disiapkan, karena mereka rentan,” kata Wakil Ketua PGRI Kota Bogor, Muhammad Usman Tonda saat menghadiri kunjungan spesifik Bidang Pendidikan Komisi X DPR RI di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Selasa (8/12/2020).

Dia mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang responsif menanggapi berbagai persoalan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), seperti keterbatasan kuota internet, gadget dan jaringan wifi.

“Karena ini force majeure. Kita dihadapkan pada persoalan yang tiba-tiba,” katanya.

Baca juga  Aubameyang Datang, Arteta dan Arsenal Berdendang

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian sepakat dengan usulan PGRI Kota Bogor. Pihaknya berharap guru turut menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin, seperti halnya tenaga kesehatan.

“Guru adalah juga pelayan publik yang sehari-hari berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Oleh karena itu kesehatan mereka harus kita utamakan,” ujarnya.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, Pemkot Bogor akan melakukan sejumlah skema dalam pelaksanaannya nanti secara bertahap dan mendahulukan kelompok prioritas dengan pertimbangan risiko kesehatan lebih tinggi.

“Jumlah penduduk Kota Bogor 1,1 juta jiwa, sasarannya orang yang produktif berusia 18-59 tahun atau ada 60 persen, karena keterbatasan dan perlu tahapan diprioritaskan 20 persen atau sekitar 130 ribu jiwa,” katanya.

Baca juga  Hujan Tak Surutkan Niat Masyarakat Gunungsindur Gunakan Hak Pilih

Dari jumlah tersebut kata Bima Arya, diprioritaskan tenaga kesehatan, tenaga pelayanan publik termasuk guru (SD, SMP, SMA), TNI, Polri dan yang lainnya.

“Saat ini kita sedang menyusun daftarnya semua. Kalau vaksin lancar bulan Januari kita siap. Kita siapkan 25 puskesmas untuk pelaksanaannya. Jadi saya juga banyak permintaan, jangan dulu dibuka sebelum divaksin,” katanya. [] Hari/Prokompim

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top