Kota Bogor

Penyintas Covid-19 Lebih dari 3 Bulan, Bima Arya Bisa Divaksinasi

Sri Nowo Retno mendampingi Bima Arya rakor akselerasi capaian vaksinasi Kemenkes, Senin (15/2/2021)

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya bisa menerima vaksinasi meski pernah terkonfirmasi positif covid-19 atau penyintas covid-19. Bagi penyintas covid-19 yang lebih dari tiga bulan bisa menerima vaksin. Bima Arya sendiri sempat terpapar covid-19 pada Maret 2020.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno usai mengikuti rakor akselerasi capaian vaksinasi covid-19 secara virtual, Senin (15/2/2021). Rakor yang dipimpin Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) ini diikuti pemerintah kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Bertempat di Ruang Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Sri Nowo Retno mendampingi Bima Arya mengikuti rakor hingga selesai.

Pada rakor ini tidak hanya membahas capaian vaksinasi covid-19 saja melainkan turut dibahas terkait Surat Edaran Kemenkes yang baru Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang ketentuan penyuntikan vaksin corona terhadap para lansia, pemilik komorbid (penyakit penyerta), ibu menyusui dan penyintas Covid-19.

Baca juga  Ade Yasin: Anggaran Mitigasi Bencana 2021 Harus Jadi Prioritas

“Jadi arahan Wamenkes, menyelesaikan tahap I  sasaran Tenaga Kesehatan (Nakes) kalau bisa Minggu ini diselesaikan,” ujar Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Retno sapaan akrabnya mengatakan, di Kota Bogor sasaran Nakes sesuai yang terdata di Sistem Informasi SDM Kesehatan berjumlah 10.772 dan yang sudah register 10.742 atau sudah 99,72 persen. Nakes yang sudah disuntik berjumlah 8.276 atau 76,83 persen, sementara 2.296 atau 21,37 persen gagal divaksin karena eksklusi (penyintas Covid-19, ibu hamil, ibu menyusui, komorbid dan lansia).

“Di Surat Edaran Kemenkes terbaru untuk penyintas Covid-19 lebih dari tiga bulan, komorbid yang terkontrol, ibu menyusui dan lansia boleh diberikan,” katanya.

Baca juga  Yayasan Rekam Nusantara dan IPB Inisiasi Digitalisasi Perikanan Berkelanjutan

Ia menambahkan, dalam waktu satu pekan ini pihaknya akan menindaklanjuti dengan mendata kembali 2.296 Nakes yang eksklusi (komorbid, penyintas Covid-19, ibu menyusui dan lansia) tersebut untuk diskrining sehingga bisa diberikan vaksinasi.

“Kemarin Kota Bogor kan dapat 9.150 dosis vaksin, ada sisa 884 dosis vaksin. 884 dosis vaksin ini akan kami optimalkan untuk selesaikan sasaran satu nakes yang 2.256 tidak bisa di vaksin, di skrining lagi sesuai dengan ketentuannya yakni penyintas Covid-19 lebih dari tiga bulan, komorbid yang terkontrol,” jelasnya.

Ia menjelaskan, setelah Nakes selesai divaksinasi semua, akan masuk di sasaran tahap II . Pihaknya saat ini sedang mendata sasaran tahap II untuk lansia, pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, keamanan (TNI, Polri, Satpol PP), pelayanan publik lainnya, transportasi publik, atlet, pariwisata, wartawan dan pekerja media.

Baca juga  Pemkot Bogor akan Integrasikan 4 Kawasan, Masjid Agung, Alun-alun, Pasar Blok F, Stasiun

“Data ada yang sudah masuk tapi belum lengkap, hari ini akan difinalisasi, yang terdata baru 14.210,” terangnya.

Namun sampai saat ini belum ada informasi dari Wamenkes kapan dosis vaksin tahap II. Namun yang terpenting saat ini menyelesaikan Nakes tahap I dan pendataan vaksinasi tahap II harus sudah masuk pekan ini sehingga kemungkinan pada Maret sudah bisa mulai vaksinasi.

“Pak Wali Kota sudah bisa divaksin di tahap II. Dan untuk jumlah vaksin yang diterima mudah-mudahan sesuai usulan Kota Bogor mungkin sekitar 16 ribuan kalau data sudah masuk semua,” tandasnya. [] Hari/Humas Pemkot Bogor

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top