Pendidikan

Peneliti Muda IPB University Dalami Hewan Purba, Lulus Doktor Usia 26 tahun

Naila Khuril A

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Sejarah baru telah ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University. Naila Khuril A (26 tahun), mahasiswa program doktor ini meneliti hewan purba atau fosil hidup yang disebut dengan mimi mintuno, belangkas atau kepiting tapal kuda.

Hal ini terungkap dalam disertasinya yang berjudul “Biologi Reproduksi, Kebiasaan Makan dan Konektivitas Populasi Mimi (Xiphosura: Limulidae) di Paparan Sunda”. Naila menemukan beberapa area kritis berupa daerah pemijahan dan tempat bersarang mimi yang belum terungkap sebelumnya di Indonesia. Selain itu, disertasi ini berfokus pada dua spesies yang masih berstatus kurang data (data deficient) secara global, terutama untuk wilayah Indonesia.  Dalam sidang promosi telah dilaksanakan di Ruang Diskusi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Naila mengatakan bahwa kebaruan penelitiannya dapat digunakan sebagai upaya konservasi mimi di Indonesia.

Baca juga  Dompet Dhuafa Buka Sekolah Da'i Pemberdaya di Ciawi

Menurut Dr Retno Hartati, ahli biologi kelautan, Universitas Diponegoro yang menjadi penguji dari luar mengatakan bahwa hewan tersebut merupakan spesies yang belum banyak dieksplorasi di negeri ini.  “Selain itu, mimi masuk dalam daftar IUCN red list of threatened species, padahal Indonesia sendiri memiliki tiga spesies dari empat yang ada di dunia,” katanya.

Sementara itu, selaku promotor, Prof Hefni Effendi, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University memaparkan beberapa prestasi dari Naila.  “Naila saat ini tergabung dalam The IUCN SSC Horseshoe Crab Specialist Group. Dengan melakukan penelitian terkait mimi ini, nantinya Naila akan berkontribusi pada proses peninjauan data dan pemutakhiran status kedua spesies yang kekurangan data. Hasil penelitian ini juga memberikan beberapa gambaran kondisi populasi mimi di Indonesia berdasarkan konektivitas populasinya,” kata Prof Hefni.

Baca juga  Universitas Sahid Gelar Seminar Nasional di Hotel Sahira Kota Bogor

Ia menambahkan, selama menempuh studi S1 hingga S3 di IPB University Naila mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan Pendidikan Magister menuju Gelar Doktor (PMDSU) sehingga masa studinya dibiayai sepenuhnya. Selain itu, Naila juga berkesempatan untuk mendorong kemahiran penelitiannya di National University of Singapore pada tahun 2019.

Prof Fredinan selaku Dekan FPIK sekaligus Ketua Sidang mengatakan bahwa atas nama fakultas, ia mengucapkan selamat kepada Promovenda yang telah menyelesaikan gelar doktornya di usia yang sangat muda dan membuat sejarah baru di FPIK IPB University.

“Antusiasme dalam sidang tidak hanya dirasakan oleh keluarga Promovenda yang hadir pada sesi promosi. Tetapi juga oleh komisi promosi, panitia promosi dan juga para hadirin yang memperhatikannya selama sesi berlangsung,” ujarnya dalam upacara penganugerahan gelar Doktor kepada Naila Khuril A.

Baca juga  Wakil Wali Kota Bogor: Wajah Islam yang Beretika Harus Hadir dalam Program LTN NU

Promovenda dipromotori oleh Prof Hefni Effendi dengan co-promotor Prof Yusli Wardiatno, Dr Ali Mashar, dan (alm) Dr Hawis H Madduppa. Dalam kesempatan sidang terbuka tersebut juga hadir komisi komisi luar yang terdiri dari Dr Retno Hartati dan Dr Majariana Krisanti selaku Ketua Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan IPB University. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top