Pendidikan

Konservasi Sumberdaya Perairan Umum Sungai/Rawa/Situ Melalui Penerapan Dan Pengembangan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

IPB

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Desa Madukoro merupakan salah satu desa yang berada di wilayah transmigrasi yang dibangun pada tahun 1970 sebagai lokasi pemukiman bagi anggota dan pegawai di lingkungan TNI AL yang memasuki masa pensiun.  Pembangunan wilayah transmigrasi ini diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Lampung Utara melalui pengembangan usaha pertanian, perkebunan, dan perikanan.  Seiring dengan kemajuan pembangunan dan pesatnya perkembangan jumlah penduduk memberi tekanan pada lingkungan dan ekosistem perairan umum.  Hal ini berdampak pada makin menurunnya manfaat perairan umum sebagai sumber kehidupan masyarakat yang dapat menyediakan kebutuhan pangan yaitu protein ikan, serta sebagai sumber air untuk irigasi pertanian, budidaya ikan dan lainnya.

Baca juga  1.500 Dosen dan 36.550 Mahasiswa IPB University Kini Mendapat Akun Zoom Premium Secara Resmi

Perubahan lingkungan fisik perairan umum dan juga penurunan populasi sumberdaya ikan menyebabkan fungsi dan manfaat sungai dan rawa sebagai sumber untuk memperoleh bahan pangan protein ikan dari alam bagi masyarakat menjadi berkurang bahkan hilang.  Dampaknya masyarakat kurang memandang sungai dan rawa sebagai bagian dari kehidupannya sehingga tidak memberikan perhatian pada kelestarian ekosistem sungai dan rawa dan keberlanjutan dan sumberdaya ikan yang ada di dalamnya.

Kondisi ini yang mendorong diperlukan adanya upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan dan ekosistem sungai dan rawa yang ada di Desa Madukoro melalui program pengabdian dosen pulang kampung dengan tema “Konservasi Sumberdaya Perairan Umum melalui Penerapan dan Pengembangan Teknologi Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan”.

Baca juga  IPB dan Kementerian KKP Sepakat Gelar Riset Kolaborasi

Kegiatan Dosen Pulang Kampung ini dilakukan oleh tim dari Institut Pertanian Bogor yaitu Thomas Nugroho, S.Pi, MSi dan Prof. Dr. Ir. Sulistiono bersama 4 orang mahasiswa yaitu 3 mahasiswa S1 dan 1 mahasiswa S3. Adapun program yang dikembangkan adalah kegiatan penyuluhan pada masyarakat yang diselenggarakan di Balai Desa Madukoro pada Hari Sabtu tanggal 6 Agustus 2022. Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari unsur kelompok tani, penyuluh, guru, dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut terbentuk kelompok masyarakat peduli sungai/rawa/situ yang diberi nama “Jaga Tirta” disertai dengan pemberian bibit tanaman pohon, benih ikan, dan alat tangkap bubu untuk masyarakat.  Bibit tanaman pohon dan benih ikan diberikan untuk ditanam di sempadan sungai di sekitar Desa Madukoro. []

Baca juga  Alumni SAKMA-SMAKBO Kota Bogor Siap Bangun Taman Kota
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top