Kota Bogor

Pemerintah Pusat Terapkan PPKM Level 3 Di Seluruh Wilayah, Bima Arya Imbau Masyarakat Kurangi Mobilitas

bima arya

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia termasuk Kota Bogor.

Mengikuti kebijakan pemerintah tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku akan ada kebijakan khusus yang dikeluarkan mengikuti arahan pemerintah pusat.

“Kemarin sudah diberikan satu gambaran, Pemkot Bogor akan memperketat libur Natal dan tahun baru, dan pemberlakuan PPKM Level 3 untuk semua tempat,” ungkap Bima Arya saat ditemui di SMPN 19, Kota Bogor, Jumat (19/11/2021).

Saat Nataru nanti seluruh wilayah di Indonesia, baik yang sudah berstatus PPKM Level 1 dan 2 akan disamaratakan untuk menerapkan aturan PPKM Level 3. Penerapan PPKM Level 3 pada saat momen Nataru di seluruh wilayah Indonesia tersebut akan berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

Baca juga  IPB Ajak Masyarakat Peduli Anak Berkebutuhan Khusus

Untuk itu, Pemkot Bogor bersama unsur Satgas Covid-19 Kota Bogor akan mengumumkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi Covid-19 di wilayahnya. Dengan demikian, mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas terutama menjelang Nataru untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus atau ancaman gelombang ketiga Covid-19.

“Minggu ini saya dengan kapolresta  akan mengumumkan terkait dengan kebijakan mengantisipasi melonjaknya kunjungan, ini memberikan pesan karena sebaiknya libur akhir tahun tidak kemana-mana juga,” katanya.

Menurut Bima, kebijakan tersebut pasti akan mempengaruhi ekonomi. Namun, kebijakan tersebut sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran Covid-19. “Ya akan berkurang, cuma kan kalau kita lalai, drop lagi ekonomi,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa jumlah kasus Covid-19 di Kota Bogor terus membaik bahkan kasus penambahanya sempat 0 kasus.

Baca juga  Bima Arya: Pemkot Bogor Tidak Larang Sholat Idul Fitri

“Kemarin 0 kasus, sekarang tinggal 18 orang yang sakit di Kota Bogor. Tetapi kita tetap mengantisipasi itu. Soal ekonomi kita perketat dikit gak masalah dari pada kebobolan,” tutupnya. [] Ricky

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top