Nasional

Pembatasan Truk ODOL, Pengemudi Keberatan

BOGOR-KITA.com, KARAWANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut mulai hari ini Senin (9/3/2020) truk  over dimension over load atau ODOL, resmi tak boleh melintasi ruas Tol Tanjung Priok sampai Bandung. Pengawasan dan penegakan hukum dimaksud di akses gerbang tol di sepanjang ruas jalan Tol Jakarta-Bandung. Dari 187 gerbang tol, pengawasan diprioritaskan pada 26 gerbang tol dimana terindikasi banyak kendaraan ODOL melintas.

Pengemudi truk Sukardi (45) mengaku pemberlakukan ODOL sangat memberatkan sopir truk ekspedisi barang dari Jakarta, karena perusahaan yang menggunakan jasa kendaraan ekspedisi minta muatannya diangkut sesuai kebutuhan pemesan hingga melebihi tonase truk.

“Sebetulnya sopir berkeinginan muatan sesuai tonase, tetapi pemilik barang berkeinginan lain,” kata Sukardi ,Senin (9/3/2020) di Rest Area 57 Karawang timur.

Truk-truk ekspedisi biasanya ,kata Sukardi, mengangkut barang overload sesuai pesanan dari wilayah tujuan karena pengguna jasa angkutan tidak mau merugi dengan ongkos kirim kalau dibatasi muatan barang sesuai tonase.

“Kalaupun sudah pemberlakukan dipastikan akan melakukan jalur non tol, untuk menyiasati tilang,” tandasnya.

Baca juga  Presiden Jokowi Bakal Rampingkan 18 Lembaga

Sopir lain, Denis (31) mengatakan baru mengambil barang di Tanjungpriok tujuan Bandung, namun tidak mengetahui adanya pemerlakukan larangan kendaraan yang melintas tol Jakarta-Cikampek melebihi kapasitas dan belum ada petugas menggelar sosialisasi.

“Belum mengetahui ada sosialisasi pemberlakukan ODOL,” katanya.[] Nandang

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top