Kab. Bogor

Organisasi Mahasiswa di IPB Dibekali Manajemen Risiko

Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko bagi organisasi mahasiswa di IPB

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Kita menghadapi situasi perubahan yang cepat, kompleks dan tidak pasti. Hal ini memunculkan faktor-faktor risiko yang bisa menghalangi kita mencapai tujuan organisasi. Kondisi ini penting diantisipasi oleh mahasiswa dan pengurus ormawa atau organisasi mahasiswa, agar bisa mencapai target yang sudah ditetapkan..

Hal ini dikemukakan Dr Alim Setiawan Slamet, Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir (Ditmawa PK) IPB Unviersity dalam kickoff  daring Pelatihan dan Sertifikasi Manajemen Risiko, dalam rilis dari IPB University kepada BOGOR-KITA.com, Kamis (22/4/2021).

Sebanyak 107 peserta ikut pelatihan ini. Mereka berasal dari pimpinan ormawa dan peserta Asrama Kepemimpianan dan Kader Pejuang Pertanian (AKKPP) IPB University. Pelatihan ini akan berlangsung selama satu bulan dari 17 April hingga 17 Mei 2021.
Dr Alim mengatakan, semenjak tahun 2020, manajemen risiko diintegrasikan dengan sistem informasi kemahasiswaan. Ada asesmen risiko di setiap kegiatan kemahasiswaan yang dilakukan.

Baca juga  Aerogreen, Solusi Urban Farming Masa Kini

Ia menjelaskan bahwa tahun ini Ditmawa PK IPB University mulai menerapkan pelatihan dan sertifikasi untuk perwakilan ormawa.

Harapannya tahun depan bisa lebih banyak lagi yang bisa ikut kegiatan sertifikasi. Akan sangat baik jika makin banyak mahasiswa yang mendapatkan kompetensi ini.

Selain itu, kegiatan ini juga bisa disetarakan dengan mata kuliah  supporting course dan enrichment course.
Dalam pelatihan, hadir sebagai pemateri adalah Prof Sonny Priyarsono, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University.  Ia adalah salah satu asesor dari lembaga Center for Risk Management and Sustainability.

Prof Sonny menyebutkan bahwa dalam perkembangannya manajemen risiko menjadi sebuah alat utama dalam organisasi untuk mencapai tujuannya. Semua meyakini bahwa manajemen risiko sangat penting.

Baca juga  Dipukul Saat Unjuk Rasa Soal Minmarket, Mahasiswa Laporkan Satpol PP ke Polres Bogor

“Proses manajemen risiko paling penting adalah pada pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM). Sehingga pelatihan merupakan kegiatan efektif untuk menerapkan manajemen risiko. Direktorat Kemahasiswaan sudah sangat maju dengan menerapkan sistem ini sejak tiga tahun lalu. Sudah terbukti komitmen dari pimpinan. Tinggal dipantau agar sistem ini dalam trek yang benar,” ungkap Prof Sonny Priyarsono.

Menurutnya agenda manajemen risiko di Ditmawa PK IPB University sudah memiliki alur yang baik. Namun, perlu adanya evaluasi dan perbaikan yang terus menerus. Sistem ini perlu terus dilanjutkan dan dikontrol agar bisa optimal.  Karena menurutnya implementasi dalam menajemen risiko akan dirasakan hasilnya setelah lama diterapkan.

Selaras dengan pemateri sebelumnya, Anita Primaswari Widhiani, MSi, Dosen Sekolah Bisnis (SB) IPB University menyebutkan bahwa risiko akan selalu ada dan akan menjadi faktor penghambat organisasi dalam mencapai tujuan. Mahasiswa harus selalu siap untuk  melakukan manajemen risiko dari proses perencanaan kegiatan hingga evaluasi kegiatan.

Baca juga  Ayam Lokal Unggul IPB D-1 Mulai Diproduksi Massal

“Setelah sertifikasi, kalian harus memelihara kompetensi yang sudah didapatkan. Sehingga kompetensi ini terus bisa diasah dan ditingkatkan dalam praktik. Selalu ada risiko dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. IPB University sendiri saat ini sudah memilki Kantor Manajemen Risiko dalam memandu kegiatan yang dilakukan oleh setiap unit kerja di IPB University,” ungkap Anita Primaswari. [] Admin

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!