Nasional

Neta Dorong Masyarakat Tidak Ragu Melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah

Ketua Presidium IPW Neta S Pane

BOGOR-KITA.com, JAKARTA –  Gebrakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang membentuk Satgas Anti Mafia Tanah hingga ke Polda Polda patut diapresiasi. Dalam waktu singkat, satgas ini sudah menunjukkan hasil kerjanya. Sejumlah tanah masyarakat berhasil diselamatkan dari rekayasa penjarahan oleh para mafia tanah yang bergentayangan di negeri ini.

Hal ini dikemukakan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam siaran pers kepada BOGOR-KITA.com, Kamis (4/3/2021).

Neta mengatakan IPWmemantau, di Banten misalnya, sejumlah tanah rakyat kecil berhasil diselamatkan Satgas Anti Mafia Tanah dari penjarahan mafia tanah. Di Jakarta, satgas menangkap lima anggota sindikat mafia tanah yang menipu Ibu Dino Patti Djalal, mantan Wakil Menlu.

Baca juga  BPJAMSOSTEK Bogor Kota Bayarkan Klaim Rp771,1 Miliar Tahun 2020

Di Banten, Satgas berhasil membongkar keterlibatan JJS, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang sebagai bagian dari anggota mafia tanah di daerah itu. Salah satu korbannya seorang nenek, Apipah warga Kecamatan Curug, Kota Serang.

Apipah nyaris kehilangan tanah seluas 2.676 meter persegi, senilai Rp1,3 miliar, yang berlokasi di Pal Empat, Pabuaran.

Modus para mafia tanah, kata Neta, memalsukan dokumen jual beli tanah milik Afifah. Kasus ini terbongkar, setelah Afifah sebagai korban dan pemilik tanah melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah Polda Banten.

Dalam kasus ini JJS memalsukan tanda tangan Apipah dalam akta jual beli tanah tersebut. Padahal Apipah tidak pernah menandatangani AJB apalagi menjual tanahnya kepada orang lain.

Baca juga  Pemkot Bogor Sulap Kampung Perca Jadi Destinasi Wisata

“Satgas bekerja cepat menangkap JJS dan dua pelaku lainnya, yakni SJ dan LJ,” kata Neta.

Kerja cepat Satgas Anti Mafia Tanah ini patut diapresiasi. Sebab seiring dengan maraknya pembangunan di berbagai daerah para mafia tanah bergentayangan memburu korban, terutama rakyat kecil yang kurang paham hukum.

Kapolri Sigit sendiri sudah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

Implementasi dari instruksi Kapolri itu, Polda polda juga telah membentuk Satgas Anti Mafia Tanah di tingkat provinsi, yang bekerja sama dengan Agraria atau Badan Pertanahan Nasional.

Baca juga  Hari Buku Nasional, Indonesia Menuju Darurat Buku

“Masyarakat yang menjadi korban mafia tanah jangan ragu ragu melapor ke Satgas Anti Mafia Tanah. Sebab pembentukan Satgas Anti Mafia Tanah ini sebagai wujud keseriusan Polri dalam upaya menindak secara hukum para pelaku praktik mafia tanah. Nenek Afifah di Banten maupun mantan Wakil Menlu Dino Pati Jalal sudah membuktikan, tanahnya terselamatkan dari aksi para mafia tanah,” tutup Neta. [] Admin

 

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top