Musim Kemarau Tekan Ketersediaan Air, BPBD Bogor Salurkan Lebih dari 1,2 Juta Liter Air Bersih
BOGOR-KITA.com, MEGAMENDUNG — Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Debit air di beberapa sungai mengalami penurunan, termasuk aliran Sungai Ciliwung yang menjadi salah satu sumber pengairan lahan pertanian warga.
Berkurangnya pasokan air menyebabkan sebagian petani mulai mengalami kesulitan mengairi sawah dan ladang. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi masa tanam serta hasil produksi pertanian apabila berlangsung dalam waktu yang lama.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor,” kata Ade, Senin (3/8/2026).
Menurut Ade, hingga saat ini BPBD telah menyalurkan lebih dari 1,2 juta liter air bersih kepada masyarakat.
“Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 375 kepala keluarga di 113 desa yang tersebar pada 28 kecamatan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyaluran air bersih akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga terus menerima laporan dari wilayah terdampak sebagai dasar penentuan kebutuhan dan langkah penanganan selanjutnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi musim kemarau masih perlu diwaspadai. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, M. Fathuri, mengatakan kondisi iklim saat ini berpotensi memengaruhi berbagai sektor, terutama ketersediaan sumber daya air dan kegiatan pertanian.
“BMKG terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh kekeringan maupun bencana hidrometeorologi,” kata Fathuri.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BMKG juga mendorong pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui penyemaian awan pada wilayah yang memenuhi syarat meteorologis.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air serta mengurangi dampak kekeringan apabila kondisi atmosfer mendukung terbentuknya hujan.[] Danu
