Nasional

PT PII Bersama Kampus Bisnis Umar Usman Dorong UMKM Situbondo Naik Kelas melalui Program PIIdaya 2026

BOGOR-KITA.com, SITUBONDO – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (“PT PII”) memulai rangkaian Program Inkubasi Usaha PIIdaya UMKM Situbondo 2026 melalui kegiatan kick off yang diselenggarakan pada Rabu, 2 September 2026 lalu, di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo. Sebanyak 15 pelaku UMKM terpilih mengikuti rangkaian pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat pengelolaan bisnis, serta memperluas akses pasar dan jejaring.

Program PIIdaya UMKM Situbondo ini menyasar para pelaku UMKM di Jawa Timur khususnya di wilayah sekitar Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi yang mendapatkan dukungan penjaminan dari PT PII. Melalui program tersebut, PT PII mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha lokal agar dapat mengembangkan bisnis dan memanfaatkan peluang ekonomi di wilayahnya.

Pada pelaksanaannya, PT PII bekerja sama dengan Kampus Bisnis Umar Usman serta berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo. Program tidak hanya diberikan dalam bentuk pelatihan, tetapi juga pendampingan intensif untuk membantu peserta memahami kondisi bisnis, menyusun perencanaan dan strategi usaha, serta mengembangkan bisnis secara lebih terarah.

Baca juga  Pulang dari Tiongkok, 243 Orang Diobservasi 14 hari di Lanud Raden Sadjad

Kegiatan Kick Off dibuka oleh Drs. Prio Andoko, M.Si., Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Situbondo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memiliki indikator yang jelas dalam mengukur proses dan capaian UMKM untuk dapat disebut naik kelas.

Menurutnya, pengembangan UMKM perlu diarahkan pada indikator yang konkret, termasuk peningkatan usaha, akses pasar, serta aspek perlindungan sosial bagi pelaku UMKM melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“UMKM perlu memiliki ukuran yang jelas untuk melihat apakah usahanya mengalami perkembangan dan naik kelas. Selain peningkatan usaha dan akses pasar, perlindungan sosial juga menjadi bagian penting agar pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dengan lebih aman dan berkelanjutan,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Division Head of Corporate Secretary and Communication PT PII, Rian Ditha Prasetianti, mengatakan PIIdaya UMKM Situbondo merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang terus dikembangkan PT PII sejak 2021.

“Melalui PIIdaya, kami ingin mendorong pelaku UMKM untuk memiliki kapasitas dan pengelolaan usaha yang semakin baik, mampu memperluas akses pasar dan jejaring, serta semakin siap untuk berkembang dan naik kelas. Pendampingan menjadi penting agar peningkatan kapasitas yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing,” ujar Ditha.

Baca juga  Peningkatan Kontribusi Pemberdayaan Masyarakat, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

Ditha menambahkan, pelaksanaan program PIIdaya di Situbondo juga sejalan dengan komitmen PT PII dalam memperluas manfaat pembangunan infrastruktur kepada masyarakat di sekitar proyek.

“PT PII memberikan penjaminan pada Proyek Tol Probowangi sebagai bagian dari mandat perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur. Melalui program TJSL, kami juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat di sekitar proyek, khususnya pelaku UMKM, agar dapat terus mengembangkan usahanya dan menangkap peluang ekonomi di wilayah tersebut,” tambah Ditha.Rendika Rezky, Direktur Kampus Bisnis Umar Usman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa proses inkubasi tidak semata-mata berbicara tentang bagaimana membangun sebuah bisnis, tetapi terlebih dahulu bagaimana membangun kapasitas orang yang menjalankan bisnis tersebut.

“Pelatihan dan pendampingan menjadi penting karena membangun kapasitas diri jauh lebih penting sebelum membangun bisnis. Ketika kapasitas pelakunya bertumbuh, maka kemampuan bisnisnya juga akan memiliki fondasi yang lebih kuat,” ujar Rendika.

Baca juga  Dompet Dhuafa Gelar Sarasehan Tokoh Bangsa: Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan

Ia juga menegaskan bahwa perencanaan merupakan modal awal dalam berbisnis. Menurutnya, pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan untuk memahami kondisi bisnisnya, menentukan arah pengembangan, menyusun strategi, serta mengambil keputusan berdasarkan perencanaan yang jelas.

Kegiatan Kick Off turut dihadiri oleh Moh. Riza Pahlevi, S.H., Kepala Bidang Usaha Mikro Diskoperindag Situbondo, Bapak Shokhibul Mighfar, S.Ag., M.Pd. I.A., selaku fasilitator dan pendamping UMKM PIIDaya UMKM, Bapak Akhlis Munazilin, S.Kom., M.T., selaku pendamping UMKM PIIDaya UMKM, serta Nurul Hidayah, M.Pd., selaku Koordinator Lapangan Program PIIDaya UMKM.Turut hadir pula Bapak Achmad Efendi, Kepala Unit Dompet Dhuafa Banyuwangi, serta 15 peserta Program Inkubasi Wirausaha Situbondo 2026.

Melalui Program TJSL PIIdaya Inkubasi UMKM Situbondo tahun 2026 ini, , para peserta akan mendapatkan rangkaian pelatihan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha yang diarahkan untuk membantu UMKM memahami kondisi bisnisnya, menyusun perencanaan, mengembangkan strategi usaha, serta membuka peluang akses pasar dan jejaring yang lebih luas.

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top