Mahasiswa IPB University Lakukan KKNT Bantu Wujudkan Kawasan Geopark di Kabupaten Bogor

Mahasiswa IPB University Lakukan KKNT Bantu Wujudkan Kawasan Geopark

BOGOR-KITA.com –  Sebanyak 82 mahasiswa IPB University mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2019 KKN-T di Kabupaten Bogor.

Puluhan mahasiswa ini disambut oleh Ketua Bidang Litbang Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, Drs. Iskandar Zulkarnaen, SE, MS dalam acara penyambutan di Aula Kantor Bappedalitbang Kabupaten, Bogor (18/6/2019).

Iskandar berharap kehadiran mahasiswa IPB University dapat memberikan dampak yang nyata terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakat, membuat gerakan ekonomi, dan perbaikan lingkungan yang dapat menguntungkan bagi masyarakat. Iskandar juga menyarankan agar mahasiswa IPB University dapat mengikuti Lomba Gelar Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten Bogor 2019 yang mungkin salah satu inovasinya dapat berasal dari program selama KKN-T.

“Kabupaten Bogor sekarang sedang giat dalam membangun Kawasan Geopark yang ada di 15 kecamatan. Dengan adanya KKN-T, diharapkan perputaran uang dan tambahan produktivitas bagi masyarakat sekitar juga meningkat. Kabupaten Bogor saat ini telah mendapatkan status National Geopark yang tentunya dapat berdampak positif terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Inovasi dan Teknologi Bappedalitbang, Dr. Rini Kusumawati, SP, MM juga mengungkapkan bahwa alternatif program yang akan diterapkan oleh mahasiswa KKN-T sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan memperhatikan kekhasan lokal. Dr. Rini juga menekankan program unggulan yang saat ini sedang dikejar oleh Kabupaten Bogor adalah pembangunan Kawasan Geopark Kabupaten Bogor yang nantinya diharapkan dapat diakui oleh UNESCO. 

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Ir. Suprihatin selaku dosen pembimbing lapang dari IPB University mengatakan bahwa KKN-T adalah salah satu proses pendidikan yang krusial bagi mahasiswa IPB University untuk dapat memperoleh pengalaman belajar dari masyarakat dan menerapkan ilmu yang didapat secara multidisplin. KKN-T juga dapat dijadikan sebagai media diseminasi inovasi IPB khususnya dalam bidang pertanian.

“KKN-T merupakan salah satu media pembelajaran yang baik bagi mahasiswa untuk dapat hidup bersama dengan masyarakat dalam mengembangkan solusi dan inovasi dalam pertanian secara arti luas. KKN-T ini dilaksanakan dan didesain sesuai sesuai dengan potensi dan keunggulan wilayah sasaran program,” ujar Prof. Suprihatin.

Sementara itu, koordinator mahasiswa untuk Kecamatan Tamansari, Idham Fajar Giffari, mengatakan bahwa program KKN-T akan dilaksanakan di delapan desa yaitu Sukajaya, Sukaluyu, Sukajadi, Tamansari, Sukaresmi, Pasir Eurih, Simagalih, dan Sukamantri.

“Potensi yang ada di Kecamatan Tamansari antara lain adalah Kampung Budaya Sindang Barang, budidaya tanaman hias, budidaya poh-pohan. Alternatif program yang akan dijalankan adalah pelatihan pembuatan dan pemanfaatan PGPR (Plant-Growth-Promoting-Rhizobacteria) untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman cabai, pemanfaatan lahan pekarangan rumah, pemetaan kondisi wilayah Kecamatan Tamansari, pembuatan halaman web nursery tanaman hias Tamansari, dan program pemberdayaan masyarakat lainnya seperti sosialisasi tentang kesadaran gizi dan kebersihan makanan, pengaturan keuangan masyarakat, serta pelatihan peningkatan kapasitas UMKM,” ujarnya.

Untuk Kecamatan Dramaga, Feri Haidir Irawan selaku koordinator memaparkan bahwa program-program yang akan dijalankan untuk Desa Neglasari antara lain yaitu pengembangan produk dan pemasaran ubi jalar, pemetaan sosial desa bersama masyarakat, survei dan analisa strategi pemasaran, festival jajanan lokal, revitalisasi posyandu, program pendampingan keluarga balita gizi kurang/buruk menuju keluarga sehat, dan pembuatan bioinsektisida.

Sedangkan untuk program pada Desa Cikarawang adalah pemetaan potensi komoditas untuk perencanaan ketersediaan bahan baku, pengembangan pasar dan produk hilir komoditas lokal, serta pengembangan potensi agrowisata.

“Sebagai mahasiswa, kami ingin memberikan bakti nyata terhadap Kecamatan Dramaga khususnya pada Desa Lingkar Kampus. Kami meyakini bahwa mahasiswa IPB University yang selama ini kebanyakan tinggal di Kecamatan Dramaga juga memiliki rasa tanggung jawab untuk dapat melakukan pemberdayaan pada masyarakat sekitar kampus,” tutur Feri. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *