Dua analis IPB University yang dikirim ke Jepang

IPB University Terima Peralatan Laboratorium dari KKBC Jepang

BOGOR-KITA.com – Setelah menjalin kerjasama dengan Perusahaan Pusat Analisis Lingkungan, Kankyou-Koagai Bunseki Centa (KKBC) Jepang pada Januari lalu, IPB University akan menerima beberapa peralatan laboratorium secara bertahap. Peralatan tersebut adalah ICP-AES, Gas Chromatography (GC), Ion Chromatography dan CHNS Auto Analyzer atau X-Ray Diffractometer.

Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Suwardi di Kampus Dramaga, dalam rilis yang diterima BOGOR-KITA.com, di Bogor, Kamis (20/6/2019). Menurutnya ICP-AES dapat digunakan untuk mengukur unsur-unsur yang ada di dalam tanah, air, dan tanaman secara simultan dengan sangat cepat. Alat GC digunakan untuk mengukur senyawa-senyawa organik yang mudah menguap dan senyawa anorganik pada suatu campuran. Alat ini penting untuk mengukur kadar gas rumah seperti metana (CH4), nitrogen oksida (N2O) dan lain-lain.

Ion Chromatografi atau sering disebut HPLC adalah alat yang penting untuk mengukur molekul atau senyawa yang berada pada larutan. Molekul yang terlarut dalam fase gerak akan melewati kolom dalan fase diam. Molekul yang memiliki ikatan kuat dengan kolom akan bergerak lebih lambat. Dengan cara ini, berbagai tipe molekul dapat dipisahkan berdasarkan pergerakan dalam kolom. CHNS adalah alat untuk mengukur kadar C, H, N, dan S dalam sekali ukur, sedangkan X-ray digunakan untuk identifikasi mineral klei di dalam tanah.

“Kerjasama antara IPB University dan KKBC ini meliputi bantuan peralatan laboratorium untuk analisis lingkungan khususnya untuk tanah, air, udara, dan tanaman. Pelatihan tenaga analis Faperta IPB di Jepang dan penelitian yang berkaitan dengan lingkungan,” ujarnya.

Untuk itu, sebelum peralatan ini dikirim ke Indonesia, Faperta IPB University telah mengirimkan dua analisnya untuk menjalani pelatihan di Jepang selama enam bulan. Mereka adalah Syahra Maretzka Labina Putri dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan dan Wiwit Prihadini dari Departemen Agronomi dan Hortikultura.

“Kedua analis tersebut berada di Jepang sejak 18 Mei 2019. Setelah pulang ke Indonesia kedua analis tersebut akan mengoperasikan alat-alat yang dikirim ke IPB University. Selama di Jepang, mereka memperoleh pelatihan Bahasa Jepang, keterampilan pengoperasian alat, dan cara pemeliharaan alat-alat laboratorium. Setelah kembali ke Indonesia, akan dikirimkan lagi  dua analis lain untuk menjalani pelatihan yang sama,” imbuhnya.

Dengan adanya bantuan alat-alat tersebut dan juga pelatihan para analis diharapkan sample tanah, air, udara, dan tanaman dari para dosen, mahasiswa, dan juga dari masyarakat akan menjadi lebih cepat dianalisis dan lebih akurat hasilnya.

Menurutnya, selama ini kendala yang sering dikeluhkan adalah keterbatasan alat untuk pengukuran sehingga harus menunggu lama untuk memperoleh hasil pengukuran. Dengan adanya peralatan baru dan analis yang terampil semoga kendala yang selama ini ada dapat diatasi. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *