Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Kabupaten dan Kota Bogor Masih Zona Kuning, 15 Daerah Jabar Bisa Terapkan Normal Baru

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Kabupaten Bogor dan Kota Bogor masih masuk zona kuning sehingga harus memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sementara 15 daerah di Jawa Barat sudah masuk zona biru, sehingga sudah dapat menjalani kenormalan baru atau New Normal.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  atau Kang Emil dalam jumpa pers tentang perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (29/5/2020).

Menurut Emil, masyarakat Jabar harus tetap hati-hati dalam menjalani aktivitasnya di tengah pandemi Covid-19 agar wabah ini tidak lagi menyebar. Tentu dengan mengindahkan protokol kesehatan.

Tren di Jabar perkembangan cukup baik dan sudah ada 15 daerah yang dinyatakan wilayah biru. Artinya sudah bisa menerapkan new normal atau adaptasi baru.

“Ada 12 daerah di Jawa Barat yang masih harus menjalani pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan 15 daerah lainnya sudah bisa menerapkan new normal,” jelas Kang Emil.

“Jadi, itu sudah masuk level dua, zona biru, yang boleh melaksanakan, diizinkan adaptasi kebiasaan baru,” tambah Kang Emil.

Ke-15 daerah yang masuk zona biru atau dapat menerapkan new normal di Jabar, yakni Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Kuningan.

Kemudian, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, daerah yang masuk zona kuning atau direkomendasikan tetap melaksanakan PSBB adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, dan Kota Depok.

Kang Emil menjelaskan, Jabar adalah provinsi yang sudah melakukan PSBB secara masif dan yang paling besar se-Indonesia karena Jabar melakukan PSBB di level provinsi berpenduduk 50 juta.

Menurut dia, seluruh warga Jabar yang hampir berjumlah 50 juta itu tidak ada yang tidak melalui sebuah screening bernama PSBB. Jadi penetapan zona kewaspadaan tersebut membuktikan, Jabar setiap mengambil keputusan harus berdasarkan data.

Salah satu ukuran pengklasifikasian zona kewaspadaan yang menjadi adalah angka reproduksi COVID-19 atau Rt yang sudah selama 14 hari ini rata-rata di angka 1, bahkan 2 hari terakhir di angka 0,97.

“Ini artinya dalam sehari, seorang pasien positif hanya menularkan kepada satu orang lainnya,” kata Kang Emil menjelaskan.

Kang Emil menambahkan, jika mengikuti standar dari WHO, wilayah itu atau Rt lebih kecil daripada 1 kategori terkendali, tentulah itu untuk sementara. “Kita berharap ini permanen,” tutur Emil.

Selanjutnya, menurut Emil,¬† laju ODP juga turun, ini berkat kinerja dari Kapolda Jabar yang bisa menahan orang-orang mudik. “Kita sudah membalikkanankan pemudik dan pebalik dari Jawa Tengah belasan ribu kendaraan,” jelas Emil.

Sementara jumlah pasien yang positif COVID-19 di provinsi ini yang dirawat di rumah sakit, menurut Emil, juga jumlahnya terus turun, diawali dengan jumlah PDP yang juga turun.

“Ini adalah prestasi para dokter dan tenaga kesehatan di Jawa Barat yang berhasil menekan angka pasien sehingga tidak perlu ke rumah sakit. Angka ini sudah turun sampai 30,2 persen yang masih dirawat di ruang isolasi,” kata Emil.

Menurut Emil, evaluasi PSBB di Jabar dilakukan secara proporsional karena provinsi ini terlalu luas wilayahnya dan gap situasinya juga sangat besar. Di dalam menentukan level kewaspadaan, pihaknya melakuakan pengujian melalui sembilan indeks yang dilakukan para akademikus.

“Jadi, ada sembilan kriteria yang harus diukur, yaitu laju ODP, laju PDP, laju kasus positif, laju kematian, laju kesembuhan, laju reproduksi COVID-19, laju transmisi, laju pergerakan lalu lintas dan manusia, dan risiko geografis yang memang beda-beda,” kata Emil

Ditambahkan, pemeriksaan melalui sembilan indeks ilmiah itu melahirkan lima level kewaspadaan, yakni level lima berupa zona hitam yang paling parah, level empat zona merah, level tiga zona kuning, level dua zona biru, dan level satu zona hijau.

15 daerah Jabar yang masuk zona biru

Kabupaten Bandung Barat

Kabupaten Ciamis

Kabupaten Cianjur

Kabupaten Cirebon

Kabupaten Garut

Kabupaten Kuningan.

Kabupaten Majalengka

Kabupaten Pangandaran

Kabupaten Purwakarta

Kabupaten Sumedang

Kabupaten Tasikmalaya

Kota Banjar

Kota Cirebon

Kota Sukabumi

Kota Tasikmalaya.

 

12 daerah Jabar yang masuk zona kuning

Kabupaten Bogor

Kabupaten Bandung

Kabupaten Bekasi

Kabupaten Indramayu

Kabupaten Karawang

Kabupaten Subang

Kabupaten Sukabumi

Kota Bandung

Kota Bekasi

Kota Bogor

Kota Cimahi

Kota Depok

[]Anto



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *