Jika Rekomendasi Tidak Dilakukan, Bima Bakal Tutup Mal Boxies

BOGOR-KITA.com, BOGOR – Wali Kota Bogor Bima Arya meminta pihak mall Boxies 123 untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, sebab rekomendasi tersebut untuk mencegah kemacetan di jalan raya Tajur.

“Untuk rekomendasi, dilakukan antisipasi untuk mencegah penumpukan kendaraan itu kami sudah merekomendasikan semuanya, Itu ada di Dishub, seperti rekomendasi membuat celukannya, pintu masuknya dan sebagainya,” ungkap Bima kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Menurut Bima rekomendasi itu dilakukan tidak dengan menebang pohon, mall Boxies juga sudah siap untuk tidak menebang pohon. Tinggal dikawal saja dilakukan atau tidaknya.

“Ada perbedaan dengan Giant Dramaga yang beberapa tahun lalu ditindak tegas. Itu macetnya parah, sampai lumpuh. Kan di sana macetnya luar biasa, kalau ini kan masih mengalir, jadi tingkat keparahannya berbeda. Ya nanti kami lihat, bisa saja dihentikan operasionalnya sementara,” tegasnya.

Bima kembali menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan. Apabila terjadi kemacetan parah, pihaknya akan melakukan penutupan sementara.

“Saya tegaskan, kalau itukan (Giant Dramaga-red) macetnya parah luar biasa sekali sampai lumpuh kalau ini kan masih mengalir jadi tingkat keparahannya beda,” jelasnya.

Baca juga  Ridwan Kamil Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Periode 2019-2024

Terpisah, Ketua DPD KNPI Kota Bogor Bagus Maulana Muhammad menuturkan, dalam persoalan Mall Boxies ada tiga hal yang harus dilakuakan Pemkot Bogor. Salah satunya evaluasi oleh Dishub harus dilakukan dua tahap. Pertama pola Boxies yang masih beroperasi itu sudah dilakukan dan faktanya kemacetan memang terjadi. Kedua, seharusnya dilakukan juga evaluasi dengan kondisi saat Boxies tidak beroperasi.

“Ya, sehingga nanti output yang diterima bisa seimbang, jadi bisa tahu ada atau tidaknya dampak beroperasinya mall boxies terhadap lalu lintas seperti apa, jadi Boxies harus di tutup dulu,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam menyikapi rencana mall Boxies yang akan melakukan penebangan pohon, bahwa Belanda saja yang segitu penjajahnya datang ke Kota Bogor itu menanam pohon.

“Jadi, kalau hari ini ada orang atau lembaga yang sengaja menebang pohon dengan alasan apapun itu mentalnya lebih rusak dari penjajah,” jelasnya.

Bagus menerangkan bahwa, dirinya sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa Organisasi Kepemudaan (OKP) dan komunitas lingkungan hidup, kalau penebangan pohon itu tetap dilakukan maka pihaknya akan bereaksi.

Baca juga  Bima Tegaskan Program Angkot Modern Harus Tetap Jalan

Dengan demikian, menurutnya hal tersebut harus menjadi pembelajaran untuk pemerintah Kota Bogor, untuk serius menelaah semua sistem perizinan yang ada. Jangan sampai di kredit. Yang penting launcing dulu ternyata rekomendasi baru di keluar atau segala macamnya.

“Nah ini pembelajaran buat kita semua. Jadi kesimpulannya Boxies harus di tutup supaya bisa dilihat perbedaanya, ketika boxies beroperasi dan saat tidak beroperasi,” pungkasnya. [] Ricky



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *