Jadi Pembina Upacara, Bima Sampaikan Tiga Pesan Kehidupan

Jadi Pembina Upacara, Bima Sampaikan Tiga Pesan Kehidupan

BOGOR-KITA.com – SMA Negeri 7 Kota Bogor mendapat giliran upacara dengan pembina upacara yang dipimpin langsung Wali Kota Bogor Bima Arya, Senin (7/11/2016). Ratusan siswa SMA Negeri 7 dari kelas X – XII dengan khidmat mengikuti upacara di lapangan indoor-nya. Dalam kesempatan ini, Bima menyampaikan amanat kepada seluruh siswa.
Bima mengatakan, percayalah bahwa hidup itu singkat. Salah jika berfikir hidup itu panjang karena saat ini waktu cepat sekali berjalan. Ia juga merasa baru kemarin menjadi pelajar, menjadi mahasiswa dan menjadi dosen tetapi tiba-tiba usia sudah 43 tahun.
Bima menuturkan, Kota Bogor yang sekarang pun berbeda dengan Kota Bogor di masa lalu yang masih sejuk dan hijau. Kini Kota Bogor dipenuhi angkot dimana-mana. Tidak hanya kota yang berusaha, selama 25 tahun sejak lulus SMA ia juga banyak menyaksikan perjalanan hidup teman-temannya. Ada yang sukses, ada yang tidak sukses dan ada pula yang bahkan sudah meninggal.
“Kita tidak pernah tahu ujung hidup kita. Karena hidup memang sangat singkat maka harus betul-betul memberikan manfaat dan memberi arti jangan sia-siakan hidup,” pesan Bima.
Bima menuturkan, hidup itu indah jika hidup direncanakan dengan baik. Hidup yang Indah akan dimiliki orang-orang yang merencanakan dan mempersiapkan masa depannya dari sekarang. Apalagi generasi sekarang memiliki jutaan kesempatan dengan jutaan tantangan juga.
“Kalau tidak merencanakan hidup dari sekarang dengan baik ke depan akan sulit,” tuturnya.
Bima melanjutkan, hidup itu dinamis dan hidup itu perubahan. Semua akan berubah, apa yang menjadi tren sekarang belum tentu tetap tren di tahun berikutnya. Apa yang dianggap keren sekarang belum tentu keren yang sesungguhnya. Ia tidak akan rela anak muda Kota Bogor mati sia-sia karena narkoba dan tawuran. Tidak rela juga melihat orangtua yang menangis dan berduka karena anaknya mati sia-sia. Ada perbedaan jelas antara kriminal dan nakal. Nakal berarti harus diayomi, dibina karena biasanya kurang kasih sayang. Kalau kriminal urusannya hukum.
“Semua anak muda Kota Bogor harus berprestasi. Pemkot membangun taman untuk melihat anak muda berkreatif dan kami akan menindak tegas jika mendapati siswa membawa senjata tajam,” pungkas mengakhiri amanat upacara senin pagi. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *