Kab. Bogor

IPB University Launching 4 Hasil Penelitian Unggulan

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Rektor IPB University, Prof Arif Satria melakukan Launching Hasil Penelitian Unggulan. Acara ini digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), di Gedung Rektorat Andi Hakim Nasution, Kampus IPB University Dramaga Bogor, Selasa (4/10/2022).

Empat inovasi tersebut adalah Padi-IPB 10G Tanimar, Kentang-IPB CP1 dan CP3, Cabai Rawit-Bonita IPB, Pakan Ternak dan Hewan Kesayangan Berbasis Maggot BSF.

Dalam sambutannya, Prof Arif mengatakan manfaat yang diberikan oleh inovator adalah manfaat yang sustainable (berkelanjutan), memiliki durasi yang cukup panjang dan memberikan efek yang cukup besar. Menurutnya, derajat tertinggi seseorang ada pada orang yang berilmu.

“Itulah salah satu tugas perguruan tinggi. Yakni menciptakan orang-orang yang bisa menebar ilmu dan manfaatnya agar bisa dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu, IPB University berusaha untuk terus memberikan apresiasi kepada para innovator,” ujarnya.

Baca juga  Kembangkan Sagu, Kabupaten Kepulauan Mentawai Jalin Kerjasama dengan IPB University

Harapannya, inovasi IPB University menjadi salah satu solusi untuk masalah pangan yang saat ini tengah mengancam 197 juta penduduk di dunia. “Ancaman pangan ini serius sekali. Maka dari itu kita harus terus berinovasi menghasilkan produk-produk yang bisa memberikan peningkatan produksi sekaligus peningkatan ketersediaan pangan kita,” terang Rektor IPB University.

Pada kesempatan yang sama, Dr Idat Galih Permana, Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University mewakili para Dekan Fakultas mengatakan, launching ini merupakan satu keberhasilan dari riset yang dikembangkan oleh para peneliti IPB University.

“Kami, perwakilan dari fakultas mengucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh peneliti yang begitu konsisten dalam pengembangan produk,” katanya.

Baca juga  Raih SINTA Award 2019, Arif Satria : Sesuai Janji IPB University

Sementara itu, Kepala LPPM IPB University, Dr Ernan Rustiadi, mengatakan IPB University sering dinobatkan sebagai perguruan tinggi yang paling produktif dalam berbagai indikator dalam hal penelitian. Ini terbukti pada klasterisasi terakhir pada tahun 2020 dimana IPB University berhasil menjadi rangking satu.

“Di dalam perangkingan internasional by subject pertanian, IPB University sudah nomor 1 di Asia Tenggara. Untuk di Asia, IPB University meraih rangking 6. Jadi di Asia Tenggara tidak perlu melirik ke negara tetangga, IPB University sudah nomor 1,” imbuhnya.

Menjelaskan tentang inovasi yang dilaunching, Dr Ernan menambahkan bahwa umumnya padi produktif adalah padi-padi sawah. Daratan di Indonesia berupa daratan lahan basah dan lahan kering. Lahan-lahan paling produktif itu selama ini di lahan basah mineral.

Baca juga  Dampak BBM Naik, Pemkot Bogor Siapkan Rp4,6 M Untuk Bantu Warga

“Selain itu, kentang yang dilaunching ini memiliki produktivitas yang tinggi Sipiwan 25 ton per hektar dan yang Sipitri 35 ton per hektar. Ini cocok untuk berbagai keperluan di antaranya kentang goreng,” jelasnya.

Sementara untuk Cabai Bonita, lanjutnya, adalah cabai non hibrida dengan produktivitas yang setara dengan produktivitas cabai hibrida. Produktivitasnya mencapai 13-15 ton per hektar dan potensinya bisa sampai 20 ton per hektar. Dan terkait pakan hewan, menurutnya komponen pakan untuk ternak dan hewan kesayangan khususnya kucing biasanya berasal dari impor. Maka peneliti IPB University menawarkan produk lokal.

“Tentu dari keempat hasil penelitian unggulan yang launching hari ini akan bermanfaat untuk kita semua,” tutupnya. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Terpopuler

To Top