Ini Kata Wakil Ketua DPRD, Soal Kantor Walikota Bogor Pindah ke Bakal TOD di Danau Bogor Raya

BOGOR-KITA.com, BOGOR- Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata menanggapi rencana kawasan Danau Bogor Raya di Kota Bogor menjadi kawasan TOD (Transit Oriented Develovment) LRT (Light Rail Transit/Kereta Cepat Ringan) yang diikuti dengan wacana memindahkan Kantor Pemerintah Kota Bogor ke kawasan itu.

“Itu baru usulan dan masih perlu dilakukan kajian mendalam,” kata Dadang kepada BOGOR-KITA.com, Kamis (14/11/2019) malam.

Wacana kawasan Danau Bogor Raya jadi kawasan TOD disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Erna Hernawati usai mengikuti rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Bogor di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Selasa (12/11/2019).

Menurut Erna, rapat tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan yang dilakukan pada 4 November 2019 yang dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dengan pengembang PT. Sejahtera Eka Graha (SEG) dan pihak lainnya.

Transit Oriented Development atau TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti Busway/BRT, Kereta api kota (MRT), Kereta api ringan (LRT). TOD pada umumnya dilengkapi jaringan tempat perhentian angkutan umum yang terhubungkan langsung dengan tujuan perjalanan dan oleh sebab itu mempunyai kepadatan yang relatif tinggi dan biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas parkir, fasilitas perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hiburan, olahraga,perbankan dan lain sebagainya.

Baca juga  Pilkada di 8 Daerah di Jabar 2020, KPU Terapkan Sistem e-Rekap

Pengembangan TOD menjadi tren di kota-kota besar khususnya di kawasan kota baru yang besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hongkong, Singapura, yang memanfaatkan kereta api kota.

LRT Jabodetabek tahap I, saat ini sudah sampai Cibubur dengan rute Cibubur-Cawang, Cawang-Bekasi, dan Cawang-Dukuh Atas ditargetkan tuntas 2021.

Sementara LRT tahap II, sepanjang 25 kilometer membentang di pinggir Jalan Tol Jagorawi dari Cibubur-Sentul-Bogor.

Pengembang LRT Jabodebek, PT Adhi Karya Persero Tbk, siap mengeksekusi proyek LRT tahap II dari Cibubur sampai Bogor.

“LRT Cibubur – Bogor dalam proses desain, tinggal instruksi pemerintah kapan dimulai, kami siap menjalankan,” kata Direktur Utama PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI) Budi Harto di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dengan total investasi sekitar Rp12 triliun, LRT tahap II, bila sudah dimulai, ditargetkan selesai dalam 3 tahun.

Apakah bila TOD LRT sampai ke kawasan Danau Bogor Raya lalu Kantor Walikota Bogor perlu ikut dipindahkan?

Dadang yang maju menjadi Calon Walikota Bogor  bersama Sugeng Teguh Santoso sebagai wakil, pada pilkada 2018 lalu, kembali menekankan perlunya kajian menyeluruh.

Baca juga  Ridwan Kamil: 2019, Sekolah Ibu Diterapkan di Jawa Barat

“Semua tidak bisa dikira-kira seperti itu. Harus melalui kajian yang independen dan mendalam tentang dampak, baik sosial, dampak lingkungan, kesiapan infrastruktur pendukung,” kata Dadang yang juga Ketua DPC PDIP Kota Bogor.

Menurut Erna, salah satu pertimbangan perlunya Kantor Pemerintahan Kota  Bogor ikut dipindahkan ke kawasan Danau Bogor Raya, selain kawasan balaikota saat ini bagian dari pusat kota, fasilitas lain berupa lahan parkir yang ada sudah tidak memadai.

Namun Dadang menilai, semua itu perlu kajian detil.

“Kajiannya harus detil. Tidak bisa sepotong potong. Apalagi sekaligus mau memindahkan Kantor Walikota segala,” tutup politisi PDIP ini. [] Hari



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *