Kab. Bogor

Himaseira IPB University Branding Desa Neglasari jadi Kampung Pekarangan Organik

Himasiera IPB

BOGOR-KITA.com, DRAMAGA – Himpunan Mahasiswa Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (Himasiera) IPB University gelar pelatihan penyemaian benih kepada masyarakat Desa Neglasari Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Ini untuk membranding Desa Neglasari sebagai kampung pekarangan organik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kami ingin memaksimalkan lahan tidur di Desa Neglasari agar lebih bermanfaat melalui kegiatan budidaya sayuran organik di lahan pekarangan. Masyarakat Desa Neglasari umumnya belum memanfatkan lahan pekarangan mereka untuk ditanami sayuran organik maupun tanaman lainnya. Budidaya sayuran organik menjadi pilihan untuk dikembangkan karena teknik pemeliharaannya relatif mudah dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi,” ujar Umar, perwakilan dari Himaseira IPB University.

Baca juga  Rektor IPB Tekankan Upaya Hadapi Krisis Pangan dan Revolusi Industri  4.0

Mahalnya sayuran organik salah satunya disebabkan jumlah produsennya yang sangat terbatas dan risiko kegagalan budidaya yang tinggi, sehingga menjadi produk eksklusif. “Selain memaksimalkan fungsi pekarangan, kami juga ingin menjadikan pekarangan sebagai aspek untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat Desa Neglasari,” imbuhnya dalam rilis IPB University Rabu (4/8/2021).

Dengan judul kegiatan “Kampung Pekarangan Organik sebagai Branding Baru Desa Neglasari Kabupaten Bogor untuk Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga”, tim mahasiswa IPB University ini menggelar beberapa tahap pelatihan. Pelatihan pertama yaitu pelatihan penyemaian benih. Setelah itu pelatihan pemindahan media tanam dan pelatihan perawatanan tanaman serta pelatihan pemanfaatan hasil panen.  “Selain itu ada pelatihan tambahan yaitu pelatihan pembuatan kompos organik dari sisa buangan rumah tangga,” jelas mahasiswa IPB University ini.

Baca juga  Merawat Kerugian Impor Gandum

Muhammad Hanif Abdulaziz dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) selaku narasumber, menjelaskan teknik budidaya benih tanaman yang benar untuk meminimalisir risiko gagal saat panen. Pada pelatihan ini masyarakat melakukan penyemaian benih cabe, caisim, dan pakcoy. [] Hari

Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

To Top