Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan.

100 Hari Ade Yasin – Iwan Setiawan: Nilai A, B atau C?

BOGOR-KITA.com – Hari Rabu (10/4/2019) kemarin, Bupati Ade Yasin dan Wakil Bupati Iwan Setiawan genap 100 hari memimpin Kabupaten Bogor. Seperti apa rapor pemerintah yang terpilih pada Pilkada 27 Juni 2018 dan baru dilantik 30 Desember 2018 lalu ini? Apakah nilainya A, atau B atau C, atau malah D?

Sebelum menetapkan nilai rapor kepemimpinan Ade Yasin-Iwan Setiawan, perlu digariskan terlebih dahulu, apa ukuran untuk membuat penilaian atau membuat rapor?

Setidaknya ada tiga ukuran untuk menetapkan rapor 100 hari. Pertama, dinamika, semangat dan harapan yang dipancarkan. Kedua, kebijakan terkait pelaksanaan urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, dan  urusan pemerintahan pilihan sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

Ketiga, ada tidaknya inovasi strategis sebagai fondasi kebijakan setelah 100 hari.

 

Dinamika

Dinamika merupakan satu hal yang menonjol dalam 100 hari Ade Yasin – Iwan Setiawan.  Salah satunya tampak dari penyelenggaraan rapat minggon yang lebih dikenal dengan Rabu Keliling (Boling).

Dalam boling bahkan tampak sekali ada gairah baru, semangat baru. Peserta yang hadir selalu membludak. Elemen masyarakat yang hadir dalam Boling juga selalu bergairah mengajukan usul, bertanya terkait dengan pembangunan di tingkat kecamatan dan pelayanan publik.

Saat ini malah, banyak warga atau elemen masyarakat yang menunggu boling hadir di daerahnya agar bisa bertemu bupati untuk menyampaikan usul, keluhan atau juga kritikan. 

Bupati Ade Yasin sendiri menjadikan boling sebagai media belanja masalah-masalah masyarakat. Boling di Kecamatan Cisarua, misalnya, ketika itu warga mengusulkan agar dibangun puskesmas yang lebih besar dilengkapi ruang rawat inap di Cisarua, karena puskesmas yang ada sudah terlalu kecil mengingat jumlah pasien yang makin banyak.

Usulan itu langsung ditindaklanjuti. Kini lahan sudah ada dan sedang dipersiapkan pembangunan puskesmas yang lebih besar dilengkapi fasilitas rawat inap.

Boling di Parung ditandai dengan respons Bupati Ade Yasin yang akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kini lahannya sudah dipersiapkan, tahun depan dialokasikan anggaran untuk pembangunannya.

Sejak Ade Yasin – Iwan Setiawan, juga mulai dihidupkan apa yang sebelumnya dikenal dengan Jumat Keliling atau Jumling. Jumling juga selalu disambut antusias oleh masyarakat.

Masih banyak kegiatan yang menunjukkan dinamika atau kegairahan yang muncul dalam 100 hari kepemimpinan Ade Yasin – Iwan Setiawan.

Sebut misalnya penggalakan kembali pemberantasan maksiat yang dikenal dengan istilah nobat (nongol babat).

Sebut pula aneka kegiatan yang dilakukan masing-masing dinas, seperti peluncuran program Kabupaten Bogor Antik (Asri Tanpa Kantong Plastik), pendidikan 4.0, car free day, culture night, Bogor Fest, Bogor Planning Gallery, Festival Minapolitan,  dan lain sebagainya.

Hampir semua unsur pemerintah bergerak melakukan sesuatu, yang semuanya membuktikan adanya dinamika, adanya gairah, adanya semangat baru dalam 100 hari pemerintahan Ade Yasin-Iwan Setiawan.

 

Urusan Pemerintahan

Dalam hal urusan pemerintahan wajib yang berkaitan pelayanan dasar, sebagaimana diatur dalam UU Pemerintahan Daerah, juga sudah tersentuh dengan baik dalam 100 hari Pemerintahan Ade Yasin -Iwan Setiawan.

Beberapa urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat, dan sosial.

Dalam hal urusan pendidikan, Ade Yasin – Iwan Setiawan tak diragukan lagi. Ada sejumlah hal yang sudah dilakukan.  Salah satunya penerbitan kartu Bogor Cerdas (Bodas). Kemudian komitmen memperbaiki ruang sekolah.

Ade Yasin juga sangat memperhatikan guru melalui kebijakan mengajukan ribuan guru honorer menjadi calon pegawai negeri sipil.

Terkait pekerjaan umum, garis kebijakan Ade Yasin dan Iwan Setiawan juga sangat jelas dan tuntas, antara lain ditunjukkan dengan komitmen atau kebijakan akan melanjutkan pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (Jalur Puncak II) dan pembangunan jalan khusus tambang dari Rumpin sampai Parung Panjang.

Komitmen Ade Yasin – Iwan Setiawan terkait perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat, dan sosial juga sudah tampak.

Hal ini antara lain ditunjukkan dengan melanjutkan program renovasi rumah tidak layak huni, listrik desa, nobat, komitmen terhadap RT dan RW, guru ngaji, PAUD, bantuan sertifikasi pesantren dan lain sebagainya.

Sejumlah urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar yang penting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) UU pemerintahan daerah meliputi, tenaga kerja, pangan, pertanahan, lingkungan hidup, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan desa, perhubungan, komunikasi dan informatika, koperasi, usaha kecil, dan menengah, penanaman modal, kepemudaan dan olah raga, statistik, persandian, kebudayaan, perpustakaan dan  kearsipan.

Kebijakan Ade Yasin – Iwan Setiawan terkait tenaga kerja ditujukkan dengan pembentukan career centre.

Masalah pangan Ade Yasin bahkan muncul dengan gagasan inovatif dengan meluncurkan Beras Carita Makmur.

Terkait pertanahan, selain mendorong program sertifikasi tanah dari pemerintah pusat, Ade Yasin juga sudah menadatangani memorandum of understanding dengan Adeministratur Perum Perhutani/Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Bogor guna mempercepat penyerahan lahan perhutanan sosial kepada warga Kabupaten Bogor.

Dalam hal administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, Ade Yasin tidak hanya mendekatkan pengurusannya ke sentra domisili penduduk melalui boling, tetapi juga mendirikan UPT di sejumlah kecamatan.

Terkait komunikasi dan Informatika, Ade Yasin-Yasin cukup menonjol. Antara lain peluncuran Bogor Planning Gallery, aplikasi B2SA atau pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman, bahkan Pemkab Bogor sudah menjadi gold mambership Alibaba.com.

Sementara di bidang kepemudaan dan olahraga, Persikabo yang selama ini mati suri kini bangkit dengan Tira Persikabo dan Persikabo Junior. Ade Yasin bahkan sudah meluncurkan Kabupaten Bogor sebagai The City of Sport and Tourism.

 

Inovasi Strategis

Yang sangat penting untuk dicatat dalam 100 hari Ade Yasin – Iwan Setiawan adalah adanya sejumlah inovasi yang bersifat strategis yang tentunya akan menjadi fondasi mempercepat pembangunan Kabupaten Bogor setelah melewati masa 100 hari.

Terkait pendidikan, Ade Yasin mengeluarkan kebijakan berani dan strategis, yakni meluncurkan Pendidikan 4.0 dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp65 miliar utuk pembelian laptop guna mendukung Pendidikan 4.0.

Saat ini memang masih terbatas pada beberapa sekolah SMP. Tetapi inovasi dan kebijakan mengalokasikan Rp65 miliar untuk membeli laptop guna medukung pelaksanaan pendidikan 4.0 itu, merupakan kebijakan strategis yang dilandaskan pada keberanian dan visi jauh ke depan.

Kebijakan mengalokasikan Rp65 miliar itu, diyakini akan menggairahkan dunia pendidikan Kabupaten Bogor untuk berlomba-lomba memasuki era industri 4.0. 

Tidak hanya itu, kebijakan meluncurkan pendidikan 4.0 juga hemat, karena pada saatnya berpotensi mengurangi  anggaran untuk perbaikan ruang kelas, karena dengan pendidikan 4.0 berbasis digital, maka suatu saat, sekolah cenderung hanya berbentuk home schooling di mana proses belajar dan mengajar akan mengalami perubahan, tidak lagi kaku di dalam kelas seperti sekarang ini.

Dalam 100 hari kepemimpinan Ade Yasin dan Iwan Setiawan, juga muncul Aplikasi B2SA yang dibuat Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor dan diluncurkan dalam Bogor Fest.

Aplikasi yang terkait dengan informasi pangan sehat dan pangan alternatif itu, tidak hanya dapat menjadi sumber informasi sehat masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga menginspirasi dinas lain untuk membuat aplikasi sesuai tupoksinya masing-masing.

Pemkab Bogor yang sudah mendaftar menjadi gold membership Alibaba.com adalah inovasi yang patut dicatat secara khusus. Sebab, Alibaba.com milik Jack Ma itu merupakan market place terbesar di dunia. Pengunjungnya mencapai 200 juta orang per hari tersebar di berbagai penjuru dunia. Konon, Pemkab  Bogor merupakan pemerintah daerah pertama yang menjadi gold membership Alibaba.com.

Mengapa patut dicatat secara khusus? Karena melalui Alibaba.com Pemkab Bogor bisa dengan mudah, murah dan cepat memasarkan aneka produk kerajinan tangan khas Kabupaten Bogor ke seluruh penjuru dunia. UMKM dengan sendirinya berpotensi berkembang dengan cepat.

Melalui Alibaba.com Pemkab Bogor juga bisa dengan mudah, murah dan cepat mempromosikan objek wisata yang bertaburan di Kabupaten Bogor.

Keberadaan sebagai gold mambership Alibaba.com menjadi media potensial mengglobalkan pariwisata Kabupaten Bogor, sekaligus mewujudkan pariwisata sebagai pengungkit ekonomi Kabupaten Bogor, sebagaimana berkali-kali dikemukakan Ade Yasin dalam berbagai kesempatan.

Produk kerajinan tangan khas Kabupaten Bogor dan objek wisata yang dipromosikan di laman Alibaba.com sekaligus menjadi  “duta” untuk memperkenalkan kebudayaan Kabupaten Bogor ke seluruh penjuru dunia.

Bogor Planning Gallery sangat strategis karena memudahkan publik mengenali Kabupaten Bogor.

Ade Yasin Mengemukakan bahwa Bogor Planning Gallery juga memuat hal-hal terkait rencana Pembagunan Kabupaten Bogor. Hal ini lagi-lagi menjadi terobosan yang memudahkan investor masuk ke Kabupaten Bogor.

Pemkab Bogor di era Ade Yasin – Iwan Setiawan juga sudah menjalin kerjasama dengan IPB University terkait smart city dan smart village.

Melalui smart city, pelayanan publik Kabupaten Bogor akan prima. Tentang pelayanan publik ini, Ade Yasin berkali-kali mengemukakan bahwa kehadirannya sebagai kepala daerah bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.  

Terkait smart village akan membuat masyarakat petani di desa-desa Kabupaten Bogor makin cerdas dan bergairah mengembangkan aneka produk pertanian. Dalam 100 hari sudah tampak kegairahan di bidang pertanian.

Smart village ini akan berujung pada implementasi pertanian 4.0 di mana petani akan mampu bekerja dengan pola idustri 4.0 yang efisien, efektif termasuk menembus pasar.

Dengan pertanian 4.0, maka petani nanti tidak hanya mampu mengekspor manggis dalam jumlah besar ke China, tetapi juga alpukat yang sudah dikembangkan, dan produk pertanian lain seperti kopi, tanaman obat, ubi kayu,  durian dan lain sebagainya.

Dalam sejumlah kesempatan lain, Ade Yasin megemukakan, Kabupaten Bogor yang  luas tidak bisa dibangun dengan cara-cara biasa.

Implentasinya, Ade Yasin mengukuhkan Tim CSR (Corporate Social Responsibility) yang merupakan perwujudan birokrasi pemerintahan terkini (pentahelix/kolaborasi), yang tidak lagi meletakkan pemerintah sebagai motor utama pembangunan, tetapi melibatkan pelaku bisnis.

Memang, belum semua yang sudah terimplementasi dalam 100 hari. Tetapi garis-garis kebijakan Ade Yasin-Iwan Setiawan sudah tampak jelas.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor, tahun 2020 di Auditorium Sekretariat Daerah (Setda), Cibinong, Senin (11/3/2019), Ade Yasin mengimbau pejabat berfikir out of the box thinking dan tidak ada egoisme dinas.

Imbauan agar pejabat berfikir out of the box thinking, tidak ada egoisme dinas, ditambah inovasi yang sudah dimunculkan, ditambah lagi dengan pernyataan “Kapupaten Bogor tidak bisa dibangun dengan cara-cara biasa” mencerminkan semangat dan tekad Ade Yasin dan Iwan Setiawan membangun Kabupaten Bogor dengan sekuat tenaga dengan pola kerja visioner.

Berapa nilai Ade Yasin-Iwan Setiawan dalam 100 hari kepemimpinannya? Nilai A, B. C atau D? Rakyat yang punya penilaian. [] Petrus Barus, Pemimpin Redaksi BOGOR-KITA.com



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *